Distribusi MBG di SMPN 1 Pandeglang Terhenti, Dana Pusat Belum Cair

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

| Dok. Guntur-BBC

| Dok. Guntur-BBC

Bantenblitz.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional untuk memenuhi asupan gizi pelajar, balita, dan ibu menyusui, masih menghadapi sejumlah kendala dalam pelaksanaannya. Salah satunya terjadi di SMP Negeri 1 Pandeglang, di mana pendistribusian MBG kepada para siswa terpaksa dihentikan sementara akibat belum cairnya transfer dana dari pemerintah pusat ke dapur SPPG Pamagersari.

Salah seorang siswa kelas IX, Rachel Kayla mengaku kecewa dengan terhentinya pendistribusian MBG ke sekolahnya dan berharap pendistribusian kembali berjalan normal.

“Ya sedih pak, kan biasnya setiap hari ada MBG, tapi hari ini gak ada, padahal MBG ngebantu banget pak”, ungkapnya kepada wartawan pada Kamis, 29 Januari 2025.

“Temen temen juga pada ngedumel pak, kan biasanya uang jajan bisa ditabung”, sambungnya.

Sementara Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Pandeglang, Ruli Purnama menjelaskan bahwa awalnya sekolahnya bekerjasama dengan dapur SPPG Kumalirang, namun karena adanya juknis terbaru yang mengharuskan sekolah bekerjasama dengan dapur SPPG yang terdekat dengan sekolah mana mereka memindahkan kerjasama ke dapur SPPG Pamagersari.

Dia pun menjelaskan bahwa dapur SPPG Pamagersari baru mendistribusikan MBG selama tiga hari dan hari ke empat terhenti dengan waktu yang tidak dapat dapur SPPG Pamagersari pastikan.

“Jadi kan awalnya di dapur Kumalirang terus pindah ke dapur SPPG Pamagersari, baru tiga hari ngirim, eh hari ke empat ada pemberitahuan bahwa ada perhentian sementara pendistribusian, tapi gak tau sampai kapan”, jelasnya.

Ruli pun menyadari manfaat positif dari program ini selain untuk pemenuhan gizi, program ini dapat membantu mengurangi jajan siswa sehingga mereka lebih gemar menabung, dia pun mengaku jika tadi seperti ini lebih baik tetap bekerjasama dengan dapur sebelumnya.

“Saya agak sedih juga, biasanya liat anak anak makan terus uang jajannya mereka tabung, seandainya saya tahu lebih baik tidak pindah”, keluhnya.

Sementara kepala SPPG Pamagersari Cepti Angelina Sinaga saat dikonfirmasi melalui telepon menjelaskan bahwa penghentian ini bersifat sementara karena belum adanya pencarian dana periode 19-31 Januari, sementara tidak bisa menggunakan dana talangan karena larangan dari BGN. Kendatipun demikian ia belum bisa memastikan sampai kapan pendistribusian MBG ini terhenti. (Red/Guntur)

Berita Terkait

Mahasiswa KKM Untirta Edukasi Warga Solear Kabupaten Tangerang Kelola Sampah
Mahasiswa KKM Untirta Terapkan Cara Unik untuk Tingkatkan Literasi Siswa MIN 3 Serang
Cegah Perundungan Lewat Literasi Emosional, Mahasiswa Untirta Edukasi Siswa Roudhatul Hikmah Cikande
Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak
Pemkot Tangsel Siapkan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta Per Siswa di 94 SMP Swasta Tahun Ajaran 2026/2027
Bupati Tangerang Dorong Santri Lanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi
Lulus Cum Laude, Ida Rosida Raih Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN
Cikande dan Kramatwatu Kembali Dominasi O2SN-FLS3N Kabupaten Serang 2026

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:18

Mahasiswa KKM Untirta Edukasi Warga Solear Kabupaten Tangerang Kelola Sampah

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:39

Mahasiswa KKM Untirta Terapkan Cara Unik untuk Tingkatkan Literasi Siswa MIN 3 Serang

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:00

Cegah Perundungan Lewat Literasi Emosional, Mahasiswa Untirta Edukasi Siswa Roudhatul Hikmah Cikande

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:03

Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:55

Pemkot Tangsel Siapkan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta Per Siswa di 94 SMP Swasta Tahun Ajaran 2026/2027

Berita Terbaru