BantenBlitz.Com – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Literasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Kelompok 63 melakukan kunjungan literasi ke Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Serang, Desa Nanggung, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Rabu, 22 Juli 2026.
Dalam kunjungan tersebut, digelar program edukasi dengan memutar film anak berjudul “Jumbo” bagi 28 siswa kelas 6A di MIN 3 Serang dengan tujuan untuk mengedukasi serta memperkenalkan bentuk literasi audio-visual yang interaktif dan menyenangkan kepada para peserta didik.
Mengusung tema ‘Membangun Literasi, Menginspirasi tanpa Henti’, program ini dirancang sebagai terobosan edukasi yang keluar dari sekat-sekat konvensional. Mahasiswa menyadari bahwa di era modern, literasi tidak sekadar berpusat pada kemampuan mengeja teks pada buku, melainkan juga kecakapan dalam mencerna pesan moral dari berbagai media visual. Oleh karena itu, medium film dipilih karena dianggap relevan dengan perkembangan psikologis anak dan sarat akan nilai-nilai pembentukan karakter positif.
Dalam pelaksanaannya, agenda kunjungan sekolah ini tidak dibiarkan pasif. Setelah pemutaran film selesai, para mahasiswa KKM mengajak siswa untuk terlibat langsung dalam sesi ulasan film (film review). Sesi ini diperkuat dengan permainan edukatif seperti memory game dan memory and recall. Permainan tersebut secara konstruktif berfungsi untuk mengasah daya ingat, melatih kemampuan anak dalam merangkai alur cerita, serta menumbuhkan keberanian siswa untuk tampil menyampaikan pendapat di depan umum.
Metode pembelajaran yang menggabungkan hiburan dan edukasi ini disambut antusias oleh para siswa. Sepanjang kegiatan, peserta didik tampak menaruh perhatian penuh terhadap tayangan, aktif merespons pertanyaan, dan berani berdiskusi mengenai makna dari cerita yang disajikan.
Pendekatan inovatif dari mahasiswa KKM Untirta ini mendapatkan apresiasi penuh dari pihak sekolah. Deden Sudrajat selaku Wali Kelas 6A MIN 3 Serang menilai bahwa metode tersebut memperluas cakrawala berpikir anak-anak tentang definisi literasi yang sesungguhnya.
“Kegiatannya bagus, baik. Ini kegiatannya positif, memberikan dampak semangat literasi ke anak-anak. Karena memang literasi itu tidak hanya membaca buku, tetapi juga membaca situasi, membaca lingkungan, termasuk juga menonton film. Jadi mereka bisa memahami apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar, dan apa yang mereka perhatikan,” ujar Deden .
Senada dengan hal tersebut, Ketua KKM Tematik Literasi Untirta Kelompok 63, Anwar Aditya Putra, menekankan bahwa kegiatan ini adalah bentuk intervensi positif mahasiswa untuk merangsang cara berpikir kritis siswa dasar sejak dini melalui cara-cara yang adaptif.
“Kami memilih film “Jumbo” untuk mengenalkan bahwa literasi tidak hanya terbatas pada teks bacaan, tetapi juga mencakup literasi audio-visual. Kegiatan ini dilengkapi dengan sesi film review serta permainan memory and recall agar siswa mampu memahami isi cerita, mengasah daya ingat, menyampaikan pendapat, dan menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Anwar Aditya Putra.
Melalui program kerja di Desa Nanggung ini, kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan dasar diharapkan mampu terus berlanjut. Langkah konstruktif ini membuktikan bahwa penanaman budaya literasi dapat dilakukan dengan sangat menyenangkan, sekaligus menegaskan bahwa kemampuan menyimak, mengamati, dan merefleksikan informasi adalah kunci dalam menciptakan generasi penerus yang cerdas dan berkarakter. (Red)












