Nelayan Tuding Pejabat dan APH Terlibat Kasus Pagar Laut di Banten

Minggu, 9 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kholid Miqdar nelayan asal Kabupaten Serang saat diwawancari di sela aksi unjuk rasa di halaman makam Sultan Ageng Tirtayasa pada Minggu, 9 Februari 2025 | Dok. Guntur-BBC

Kholid Miqdar nelayan asal Kabupaten Serang saat diwawancari di sela aksi unjuk rasa di halaman makam Sultan Ageng Tirtayasa pada Minggu, 9 Februari 2025 | Dok. Guntur-BBC

BatenBlitz.Com – Kholid Miqdar, nelayan asal Kabupaten Serang, Banten, mengungkapkan kekecewaannya terhadap adanya dugaan keterlibatan pejabat dan aparat penegak hukum (APH) dalam kasus pemagaran laut di wilayah perairan Tangerang dan Serang.

Pernyataan ini disampaikan Kholid setelah ia melakukan orasi dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di halaman Makam Sultan Agung Tirtayasa pada Minggu, 9 Februari 2025.

Dalam pernyataannya, Kholid menegaskan bahwa terdapat oknum pejabat dan APH yang diduga berperan dalam memuluskan kepentingan perusahaan dengan menjual jabatannya.

“Polemik ini berkelindan dengan oknum pejabat dan aparat yang nakal, sehingga berani menjual jabatannya demi kepentingan oligarki, termasuk dalam hal pembebasan lahan dan transaksi laut,” ujarnya.

Kholid juga menambahkan, “Ini semua jelas, kita semua sudah tahu bahwa ini melanggar hukum.”

Ia menekankan bahwa meskipun pelanggaran hukum ini telah diketahui, yang menjadi pertanyaan adalah tindakan apa yang akan diambil oleh pihak berwenang.

“Cuma masalahnya ketika pengelola negara itu tahu bahwa ini sudah melanggar aturan, tinggal tindakannya seperti apa. Masyarakat Banten akan melihat itu,” jelasnya, menunjukkan harapan akan keadilan yang nyata.

Lebih lanjut, Kholid mengungkapkan bahwa masalah serupa bukan hanya terjadi di Banten, tetapi juga di berbagai daerah lain di Indonesia.

Ia mengungkapkan, “Masalah ini tidak hanya terjadi di Banten, tetapi hampir di seluruh wilayah Nusantara.” Ia mencatat ada sekitar 37 permasalahan serupa yang perlu diselesaikan secara nasional dan global. (Red/Guntur)

Berita Terkait

Mahasiswa KKM Untirta Edukasi Warga Solear Kabupaten Tangerang Kelola Sampah
Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak
Disparbud Pandeglang Sabet Penghargaan dan Pengakuan Intelektual dari Kemenkumham
Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga
DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir
Pemkot Tangsel Gelar Sertifikasi K3 untuk Aparatur Kelurahan dan Kecamatan
Benyamin Sebut Kolaborasi dan Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci Tangsel Capai Nol Kematian DBD
Peringati Tahun Baru Islam, BenyaminTekankan Pentingnya Kualitas Sumber Daya Manusia

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:18

Mahasiswa KKM Untirta Edukasi Warga Solear Kabupaten Tangerang Kelola Sampah

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:03

Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak

Senin, 29 Juni 2026 - 06:49

Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:55

DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:40

Pemkot Tangsel Gelar Sertifikasi K3 untuk Aparatur Kelurahan dan Kecamatan

Berita Terbaru