Antrean Warga di Disdukcapil Pandeglang Tepantau Masih Ramai

Senin, 14 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antrean warga di Disdukcapil Kabupaten Pandeglang pada Jumat, 11 April 2025 | Dok. Guntur-BNC

Antrean warga di Disdukcapil Kabupaten Pandeglang pada Jumat, 11 April 2025 | Dok. Guntur-BNC

BantenBlitz.Com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pandeglang masih diserbu ratusan warga Pandeglang yang akan mengurus Administrasi Kependudukan (Adminduk).

Sejumlah warga masih mengeluh terhadap pelayanan Disdukcapil Pandeglang, hal tersebut imbas dari pembatasan nomor antrean yang dibatasi 100 orang per hari.

Menanggapi hal tersebut, Sekdis Disdukcapil Pandeglang Yunce Dewi mengungkapkan bahwa dibatasinya jumlah anteran karena adanya esfisiensi dan keterbatasan jam kerja.

“kalo untuk pendaftaran ktp, maaf sekali, kita juga efisiensi, bukan hanya di Kemendagri, kita juga kena efisiesni dan kita menyiasatinya dengan ribbon.” ungkap Yunce Dewi saat ditemui pada Jumat, 11 April 2025.

Yunce menjelaskan bahwa ribbon adalah alat untuk mencetak ktp dan satu ribbon bisa dipakai membuat 450 keping KTP.

Lebih lanjut, Yunce mengungkapkan keterbatasan anggaran dari pusat yang tandinya 1 miliyar rupiah sekarang hanya 400 juta rupiah membuat Disdukcapil kewalahan mencari strategi agar cukup untuk memenuhi kebutuhan di Kabupaten Pandeglang.

“saya juga sebagai sekertaris melihat di DPA Anggaran tuh kita biasanya kita mendapatkan anggaran 1M, tahun kemaren dikurangi jadi 700 Juta dan tahun ini jadi 400 Juta, jadi hanya kebeli 90 ribbon, jadi itung saja, saya juga sedang menghitung apakah cukup sampai ke Desember, makanya kita kasih kuota 100 perhari untuk cetak ktp, jadi 100 orang pertama yang datang pertama yang dapat, jadi kalo lebih dari mohon maaf harus datang esok hari lagi,” tuturnya.

Yunce pun menanggapi keluhan terkait isu pendaftaran yang berlaku sejak malam hari dan mengingatkan warga bahwa pendaftaran yang berlaku adalah pendaftaran yang ada di dalam, bukan di buku kehadiran.

“Pernah saya juga jadi mata matanya para pegawai, supaya tidak terjadi seperti itu,
jadi walaupun pendaftaran diluar sudah penuh tetep nomor pendafatan itu didalam,” tururnya.

Ia pun sudah mengantisipasi hal seperti ini dan sudah melalukan rapat sebelumnya.

“tiga bulan yang lalu saya sudah brifing dengan pegawai jadi nomor antrian itu tetap didalam, tersrah mau datang jam berapa, tapi nomor antrian itu ada dialam,” tutupnya. (Red/Guntur).

Berita Terkait

Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak
Disparbud Pandeglang Sabet Penghargaan dan Pengakuan Intelektual dari Kemenkumham
Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga
DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir
Pemkot Tangsel Gelar Sertifikasi K3 untuk Aparatur Kelurahan dan Kecamatan
Benyamin Sebut Kolaborasi dan Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci Tangsel Capai Nol Kematian DBD
Peringati Tahun Baru Islam, BenyaminTekankan Pentingnya Kualitas Sumber Daya Manusia
DPRD Kabupaten Serang Tetapkan Perda Ekonomi Kreatif dan Pembangunan Permukiman

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:03

Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak

Senin, 29 Juni 2026 - 09:21

Disparbud Pandeglang Sabet Penghargaan dan Pengakuan Intelektual dari Kemenkumham

Senin, 29 Juni 2026 - 06:49

Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:55

DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:40

Pemkot Tangsel Gelar Sertifikasi K3 untuk Aparatur Kelurahan dan Kecamatan

Berita Terbaru