Tuntut Penghapusan Tunjangan Anggota Dewan, Mahasiswa Gelar Unjuk Rasa di KP3B  

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten, KP3Bl Dok. Dwi MY-BNC

Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten, KP3Bl Dok. Dwi MY-BNC

BantenBlitz.com — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa menyuarakan kritik keras terhadap kinerja lembaga legislatif dan mendesak adanya perubahan nyata yang lebih berpihak kepada rakyat.

Dalam aksi yang digelar pada Senin 1 September 2025, HMI Serang menyoroti kondisi DPRD Banten yang mereka anggap telah menunjukkan kinerja yang buruk.

Mereka menilai bahwa lembaga legislatif tersebut telah gagal menjalankan fungsi utamanya sebagai representasi rakyat.

Koordinator lapangan (korlap) aksi, Rival, menyampaikan bahwa pihaknya mendesak penghapusan seluruh tunjangan anggota DPR.

“Kami mendesak penghapusan seluruh tunjangan anggota DPR. Sudah cukup rakyat dibebani pajak, sementara wakil rakyat sibuk memperkaya diri sendiri,” katanya.

Selain menyoroti soal tunjangan, massa aksi juga mengungkapkan keprihatinan terhadap praktik mafia proyek Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) yang diduga melibatkan sejumlah oknum di DPRD Banten. Mereka menuding adanya praktik korupsi yang merugikan rakyat dan menghambat pembangunan yang transparan.

“Mafia Pokir ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. DPRD seharusnya mengawal aspirasi, bukan bermain proyek,” tegas Rival.

Lebih lanjut, mereka mengancam bahwa jika DPRD dan DPR tidak mampu menjalankan fungsi mereka secara maksimal, lembaga legislatif tersebut layak dibubarkan.

“Kalau DPR dan DPRD tidak bisa menjadi suara rakyat, bubarkan saja! Jangan sampai rakyat terus dikhianati oleh para elite,” ujarnya dengan nada tegas.

Selain fokus pada aspek legislatif, mahasiswa juga menekan pemerintah provinsi, khususnya Gubernur Banten, agar segera mengesahkan regulasi beasiswa. Mereka menilai akses pendidikan harus diperluas dan dipermudah, bukan dipersulit oleh birokrasi yang berbelit-belit.

“Anak-anak muda Banten harus punya kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan. Regulasi beasiswa harus segera disahkan agar tidak ada lagi mahasiswa putus kuliah karena masalah biaya,” pungkas Rival. (Red/Dwi)

 

Berita Terkait

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI
Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC
Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD
1.300 Peserta Hadiri Halalbihalal Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta
Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader
Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir
Wabup Serang Ancam Tutup SPPG Tak Bersertifikat, Target 100 Persen pada 2026
BGN Skors 20 SPPG di Banten, Mayoritas Berada di Pandeglang dan Lebak

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:00

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI

Kamis, 30 April 2026 - 15:29

Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC

Rabu, 29 April 2026 - 16:26

Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD

Sabtu, 25 April 2026 - 16:28

Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader

Sabtu, 25 April 2026 - 16:16

Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir

Berita Terbaru