Bantenblitz.com – Derasnya arus informasi digital hingga ke pelosok desa menuntut masyarakat semakin cermat dalam memilah kebenaran informasi. Dalam kondisi tersebut, Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) didorong menjadi garda terdepan dalam mengedukasi literasi digital, sekaligus menangkal penyebaran hoaks di tengah masyarakat.
Plt Asisten Daerah (Asda) Administrasi Umum Setda Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, yang mewakili Bupati Pandeglang, menyampaikan hal itu saat Pembinaan dan Pemberdayaan KIM Kabupaten Pandeglang 2025 di Oproom Mal Pelayanan Publik (MPP), Selasa, 30 Desember 2025.
“Tantangan terbesar kini adalah hoaks yang memecah belah bangsa dan hambat pembangunan. Di sinilah KIM berperan krusial,” tegasnya.
Ia menilai, KIM yang lahir dari, oleh, dan untuk masyarakat harus beri manfaat nyata di desa. Pemberdayaan berkelanjutan diperlukan agar KIM adaptif hadapi disrupsi informasi era digital.
“Kami harap pembinaan ini transfer pengetahuan, tambah wawasan pengurus KIM,” tambahnya.
Riza juga dorong KIM transformasi jadi penggerak ekonomi kreatif desa.
“Potensi desa melimpah: pertanian, kerajinan, wisata unik. KIM bantu UMKM pemasaran digital, agar produk lokal go global,” pungkasnya.
Kepala Bidang Informasi Publik Diskominfo Sandi Statistik Pandeglang, Abdul Latif, bilang kegiatan ini selaras UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Permen Kominfo Nomor 08/Per/M.Kominfo/6/2010 tentang Pengembangan Lembaga Komunikasi Perdesaan.
“Tujuannya tingkatkan kapasitas KIM lewat literasi digital, verifikasi info, dan tangkal hoaks di desa,” jelasnya.
Abdul Latif menambahkan, pemberdayaan ekonomi jadi prioritas. KIM harus jadi katalisator promosi produk unggulan dan wisata desa via kanal digital.(Red/Difeni)












