Pemkot Serang Hentikan Sementara Pengiriman Sampah Tangsel ke TPAS Cilowong

Selasa, 6 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkot Serang bersama warga Taktakan melakukan rapat evaluasi pelaksanaan atas kerja sama pemanfaatan TPAS Cilowong I Dok. Roy-BNC

Pemkot Serang bersama warga Taktakan melakukan rapat evaluasi pelaksanaan atas kerja sama pemanfaatan TPAS Cilowong I Dok. Roy-BNC

Bantenblitz.com – Pemerintah Kota Serang memutuskan menghentikan sementara pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kecamatan Taktakan. Kebijakan ini diambil menyusul adanya penolakan dari warga sekitar yang memicu evaluasi terhadap kerja sama pemanfaatan TPAS tersebut.

‎Informasi ini terungkap saat rapat evaluasi atas pelaksanaan perjanjian kerja pemanfaatan TPAS Cilowong yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Selasa, 6 Januari 2026.

Turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin, Asda I Kota Serang Subagyo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Farach Richie, Ketua Satgas Percepat Pembangunan dan Investasi Kota Serang Wahyu Nurjamil, dan Camat Taktakan Mamat Rahmat.

Sebagian warga Kecamatan Taktakan juga turut dilibatkan dalam rapat evaluasi tersebut untuk menampung aspirasi mereka.

‎Sekda Kota Serang, Nanang Saefudin, memastikan bahwa mulai Selasa, 6 Januari 2026, malam ini sudah tidak ada kiriman sampah Tangsel ke TPAS Cilowong.

‎”Ini kan baru uji coba ya, baru beberapa hari, dan atas perintah Pak Walikota untuk hentikan dulu. Kita evaluasi,” ujar Nanang, usai mengikuti rapat.

Ia menegaskan penghentian pengiriman sampah Tangsel atas dasar instruksi Walikota Serang Budi Rustandi, untuk mengevaluasi sekaligus mendengarkan keluhan masyarakat Kecamatan Taktakan.

“Kita dengarkan publik atau masyarakat seperti apa. Biasalah. Saya pikir wajar masyarakat menyampaikan ada yang keras, ada yang lembut,” katanya.

‎”Masalah lanjut atau tidak (kiriman sampah Tangsel) itu kan keputusan ada di Pak Walikota. Saya sebagai Sekda di atas langit ada langit, tentu ada kepala daerah,” imbuh Nanang.

Namun Nanang belum berani menjabarkan secara detail poin-poin apa saja yang harus dievaluasi oleh Pemkot Serang perihal kerja sama sampah Tangsel.

‎Ia lebih memilih hal teknis tersebut dijawab langsung oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Poinnya tentu kita akan melakukan perbaikan-perbaikan tapi kita ingin menyampaikan ini kepada kepala daerah, Pak Walikota, bahwa apa yang terjadi di masyarakat,” ungkap dia.

Nanang mengimbau kepada masyarakat Taktakan jangan sampai hubungan sosial menjadi rusak akibat kerja sama sampah Tangsel.

Pihaknya pun memastikan bahwa perjanjian kerja sama ini masih bersifat uji coba dan belum mengalokasikan anggaran untuk siapapun.

‎”Maka untuk menyelesaikan persoalan ini rumusnya adalah jangan ada dusta di antara kita. Hak-hak apa saja yang didapat oleh masyarakat, itu sampaikan kepada masyarakat secara terang benderang,” pungkasnya.

‎Salah satu warga Kecamatan Taktakan, Ela dan Neng, menyampaikan rasa kekecewaannya terhadap jajaran Kota Serang yang hadir dalam rapat evaluasi tersebut.

‎Mereka menegaskan bahwa masyarakat Taktakan menolak adanya kiriman sampah dari Tangsel ke TPAS Cilowong. Alasannya, bau air lindi dan trauma yang masih dialami warga beberapa tahun lalu masih membayangi mereka.

‎”Intinya rakyat Taktakan itu menolak. Intinya gak mau menerima, udah pernah dari tahun kemarin kemarin juga udah kayak apa, bau banget,” ujar Ela.

‎”Kesimpulannya begini Mas, tadi udah menjelaskan bahwa semua itu katanya ada air lindi yang berceceran, itu kami kecewa. Apakah kita akan mengawasi, kan gak mungkin. Siapa yang menyetujui, masyarakat mana yang menyetujui,” timpal Neng. (Red/Roy)

Berita Terkait

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW
20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam
Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai
Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita
Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang
Walikota Serang Budi Rustandi Ajak PDIP Bersinergi Kawal Pembangunan Daerah
Wali Kota Serang Apresiasi Dukungan Buruh Genjot Investasi Padat Karya
Target Efisiensi 2027, Pemkot Serang Berupaya Turunkan Belanja Pegawai dari 40 ke 30 Persen

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:33

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW

Rabu, 15 April 2026 - 10:18

20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam

Rabu, 15 April 2026 - 10:07

Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai

Selasa, 14 April 2026 - 14:28

Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita

Selasa, 14 April 2026 - 09:37

Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang

Berita Terbaru