Program MBG di Kota Serang Belum Prioritaskan Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Satgas MBG Kota Serang sekaligus Asda II Kota Serang, Yudi Suryadi (tengah) I Dok. Roy-BNC

Wakil Ketua Satgas MBG Kota Serang sekaligus Asda II Kota Serang, Yudi Suryadi (tengah) I Dok. Roy-BNC

Bantenblitz.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Serang hingga kini belum memprioritaskan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3). Pasalnya, pelaksanaan program tersebut masih difokuskan pada peserta didik di satuan pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMA.

‎Wakil Ketua Satgas MBG Kota Serang sekaligus Asda II Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan bahwa pelaksanaan MBG di Kota Serang berjalan lancar, namun perlu didorong untuk lebih fokus ke B3.

‎”Kami ingin lebih fokus sasarannya kepada B3 yaitu ke ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, karena berdasarkan data target tersebut jadi belum maksimal. Itu berdasarkan pantauan kami di lapangan,” ujar Yudi, ditemui di Puspemkot Serang, Senin, 26 Januari 2026.

‎Ia menjelaskan alasan Pemkot Serang ingin MBG lebih fokus ke B3, karena dapat mencegah angka stunting di Kota Serang.

‎”Kalau menyasar juga ke B3 itu bisa menurunkan angka stunting,” terangnya.

‎Pihaknya bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang akan terus mendorong untuk memperluas sasaran penerima MBG.

‎Sementara, untuk penyaluran MBG di sekolah-sekolah di Kota Serang secara umum sudah maksimal.

‎”Kalau untuk sekolah alhamdulillah ini secara umum untuk usia sekolah ini sudah maksimal,” ungkap Yudi.

‎Saat ini, ada 70 SPPG di Kota Serang yang tersebar di enam kecamatan. Terdiri dari Kecamatan Curug ada 5, Kecamatan Taktakan ada 8, Kecamatan Serang ada 24, Kecamatan Cipocok Jaya ada 15, Kecamatan Kasemen ada 9, dan Kecamatan Walantaka ada 9.

‎Namun, masih banyak sasaran yang belum mendapatkan MBG karena SPPG-nya belum terbentuk.

‎Yudi memperkirakan satu dapur SPPG dapat menjangkau sebanyak tiga ribuan sasaran.

‎”Kami pun ini biasanya kalau awal kan sampai 3.500, tapi ada kebijakan dari pusat sampai 3.000,” katanya.

‎Ia berharap penyaluran MBG di tahun 2026 sudah menyasar secara merata ke ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.

‎”Ya saya mohon kan kemarin ke Pak Kadinkes untuk sasaran lebih di ini ke B3,” pungkasnya. (Red/ Roy)

Berita Terkait

Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak
Disparbud Pandeglang Sabet Penghargaan dan Pengakuan Intelektual dari Kemenkumham
Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga
DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir
Pemkot Tangsel Gelar Sertifikasi K3 untuk Aparatur Kelurahan dan Kecamatan
Benyamin Sebut Kolaborasi dan Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci Tangsel Capai Nol Kematian DBD
Peringati Tahun Baru Islam, BenyaminTekankan Pentingnya Kualitas Sumber Daya Manusia
DPRD Kabupaten Serang Tetapkan Perda Ekonomi Kreatif dan Pembangunan Permukiman

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:03

Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak

Senin, 29 Juni 2026 - 09:21

Disparbud Pandeglang Sabet Penghargaan dan Pengakuan Intelektual dari Kemenkumham

Senin, 29 Juni 2026 - 06:49

Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:55

DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:40

Pemkot Tangsel Gelar Sertifikasi K3 untuk Aparatur Kelurahan dan Kecamatan

Berita Terbaru