Ketimpangan Gaji Guru Honorer di Program MBG Jadi Tantangan Pendidikan Indonesia

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Nisa Nurfadilah

Berdasarkan temuan JPPI, gaji guru honorer di Jakarta masih berkisar antara Rp300.000 hingga Rp2.000.000 per bulan. Angka tersebut mencerminkan kondisi kesejahteraan guru honorer yang hingga kini masih jauh dari kata layak.

Jika di kota besar seperti Jakarta saja nasib guru honorer masih memprihatinkan, maka kondisi guru di daerah—dengan akses pendidikan dan fasilitas yang jauh lebih terbatas—patut dipertanyakan secara lebih serius.

Di sisi lain, gaji sopir dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan mencapai sekitar Rp3.000.000 per bulan. Perbandingan ini dinilai ironis, mengingat peran strategis guru dalam mencerdaskan generasi bangsa justru dihargai lebih rendah dibandingkan tenaga pendukung dalam sebuah program baru.

Temuan tersebut memicu gelombang kritik dan kemarahan publik, terutama karena menyentuh isu keadilan bagi profesi pendidik yang selama ini menjadi tulang punggung sistem pendidikan nasional.

Kebijakan yang menempatkan kesejahteraan guru di bawah program MBG dinilai sulit dipahami, terlebih program tersebut belum sepenuhnya terbukti efektif dan justru menuai berbagai persoalan di lapangan.

Berdasarkan data JPPI, jumlah korban keracunan makanan dalam program MBG hingga Januari 2026 tercatat mencapai 1.242 orang. Bahkan, total korban keracunan sejak 2025 hingga awal 2026 dilaporkan mencapai 21.254 orang, sebagaimana diberitakan Tempo.co pada 13 Januari 2026.

Jika ditarik mundur, ketimpangan ini bukan persoalan baru, melainkan hasil dari cara pandang lama yang mengandalkan romantisme terhadap guru sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” atau “pengabdian” yang secara struktural melemahkan posisi guru sebagai pekerja profesional yang layak dibayar mahal.

Mereka yang mengajar dari satu kelas ke kelas lain, menghadapi banyak muridnya dengan senyum yang katanya harus selalu terukir dan sabar yang tak terukur. Sedang selepas pekerjaannya di sekolah, masih banyak guru yang menyambi pekerjaan lain. Mengapa? Karena gaji sebagai guru tak mampu menutupi kebutuhan mereka walau hanya untuk makan sehari-hari.

Bagaimana jika guru berpikir untuk berhenti mengajar dan memasak saja di dapur MBG karena nilai rupiah lebih tinggi didapat di sana?

Dalam situasi seperti ini, sulit untuk tidak menyimpulkan bahwa negara telah keliru dalam menyusun skala prioritas.

Ketika gaji guru terus ditekan, yang sesungguhnya direndahkan bukan hanya profesi mereka, melainkan masa depan pendidikan itu sendiri. (*)

*Penulis merupakan mahasiswi semester 4 jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Selain aktif di dunia akademik, penulis juga aktif di organisasi kampus yaitu UKM Bengkel Menulis dan Sastra (Belistra)

Berita Terkait

Mahasiswa KKM Untirta Edukasi Warga Solear Kabupaten Tangerang Kelola Sampah
Mahasiswa KKM Untirta Terapkan Cara Unik untuk Tingkatkan Literasi Siswa MIN 3 Serang
Cegah Perundungan Lewat Literasi Emosional, Mahasiswa Untirta Edukasi Siswa Roudhatul Hikmah Cikande
Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak
Pemkot Tangsel Siapkan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta Per Siswa di 94 SMP Swasta Tahun Ajaran 2026/2027
Bupati Tangerang Dorong Santri Lanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi
Lulus Cum Laude, Ida Rosida Raih Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN
Cikande dan Kramatwatu Kembali Dominasi O2SN-FLS3N Kabupaten Serang 2026

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:18

Mahasiswa KKM Untirta Edukasi Warga Solear Kabupaten Tangerang Kelola Sampah

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:39

Mahasiswa KKM Untirta Terapkan Cara Unik untuk Tingkatkan Literasi Siswa MIN 3 Serang

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:00

Cegah Perundungan Lewat Literasi Emosional, Mahasiswa Untirta Edukasi Siswa Roudhatul Hikmah Cikande

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:03

Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:55

Pemkot Tangsel Siapkan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta Per Siswa di 94 SMP Swasta Tahun Ajaran 2026/2027

Berita Terbaru