Bantenblitz.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional untuk memenuhi asupan gizi pelajar, balita, dan ibu menyusui, masih menghadapi sejumlah kendala dalam pelaksanaannya. Salah satunya terjadi di SMP Negeri 1 Pandeglang, di mana pendistribusian MBG kepada para siswa terpaksa dihentikan sementara akibat belum cairnya transfer dana dari pemerintah pusat ke dapur SPPG Pamagersari.
Salah seorang siswa kelas IX, Rachel Kayla mengaku kecewa dengan terhentinya pendistribusian MBG ke sekolahnya dan berharap pendistribusian kembali berjalan normal.
“Ya sedih pak, kan biasnya setiap hari ada MBG, tapi hari ini gak ada, padahal MBG ngebantu banget pak”, ungkapnya kepada wartawan pada Kamis, 29 Januari 2025.
“Temen temen juga pada ngedumel pak, kan biasanya uang jajan bisa ditabung”, sambungnya.
Sementara Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Pandeglang, Ruli Purnama menjelaskan bahwa awalnya sekolahnya bekerjasama dengan dapur SPPG Kumalirang, namun karena adanya juknis terbaru yang mengharuskan sekolah bekerjasama dengan dapur SPPG yang terdekat dengan sekolah mana mereka memindahkan kerjasama ke dapur SPPG Pamagersari.
Dia pun menjelaskan bahwa dapur SPPG Pamagersari baru mendistribusikan MBG selama tiga hari dan hari ke empat terhenti dengan waktu yang tidak dapat dapur SPPG Pamagersari pastikan.
“Jadi kan awalnya di dapur Kumalirang terus pindah ke dapur SPPG Pamagersari, baru tiga hari ngirim, eh hari ke empat ada pemberitahuan bahwa ada perhentian sementara pendistribusian, tapi gak tau sampai kapan”, jelasnya.
Ruli pun menyadari manfaat positif dari program ini selain untuk pemenuhan gizi, program ini dapat membantu mengurangi jajan siswa sehingga mereka lebih gemar menabung, dia pun mengaku jika tadi seperti ini lebih baik tetap bekerjasama dengan dapur sebelumnya.
“Saya agak sedih juga, biasanya liat anak anak makan terus uang jajannya mereka tabung, seandainya saya tahu lebih baik tidak pindah”, keluhnya.
Sementara kepala SPPG Pamagersari Cepti Angelina Sinaga saat dikonfirmasi melalui telepon menjelaskan bahwa penghentian ini bersifat sementara karena belum adanya pencarian dana periode 19-31 Januari, sementara tidak bisa menggunakan dana talangan karena larangan dari BGN. Kendatipun demikian ia belum bisa memastikan sampai kapan pendistribusian MBG ini terhenti. (Red/Guntur)












