Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi pembangunan Agrowisata Cikapek di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak yang menyedot anggaran miliaran rupiah dan menuai sorotan publik. | Dok. Istimewa

Kondisi pembangunan Agrowisata Cikapek di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak yang menyedot anggaran miliaran rupiah dan menuai sorotan publik. | Dok. Istimewa

Bantenblitz.com – Pembangunan Agrowisata Cikapek di Desa Lebak Parahiyang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, kini berada di bawah bayang-bayang kritik tajam seiring membengkaknya anggaran yang mencapai Rp12,1 miliar. Di tengah guyuran dana jumbo dari APBD Lebak dan Pemprov Banten tersebut, Pemerintah Kabupaten Lebak dinilai abai terhadap nasib sejumlah objek wisata lama yang kini terbengkalai dan kehilangan daya tarik.

Ketua Bidang Agitasi Media Propaganda Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala), Idham, menyoroti ketimpangan prioritas pembangunan pariwisata di daerah tersebut. Menurutnya, pemerintah terlalu fokus pada destinasi baru sementara wisata lama ditinggalkan pengunjung.

“Pembangunan wisata seharusnya tidak hanya berorientasi pada proyek fisik baru, tetapi juga memastikan keberlanjutan destinasi yang sudah ada,” ujar Idham saat di hubungi pada Minggu, 12 April 2026.

Ia menyebut sejumlah destinasi yang kondisinya memprihatinkan, seperti Bendungan Cikoncang yang terbengkalai, Pantai Bagedur yang kerap dilanda persoalan sampah, Kebun Teh Cikuya yang sempat menjadi sorotan BPK terkait setoran retribusi 2023, serta Bukit Curahem yang kunjungan wisatanya anjlok akibat lemahnya tata kelola.

“Tempat wisata di Lebak mah banyak, tapi kurang perawatan sehingga ditinggalkan pengunjung. Jika kondisi ini dibiarkan, Agrowisata Cikapek bisa berpotensi mengalami hal yang sama,” tegasnya.

Idham menekankan, keberhasilan destinasi wisata tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik, melainkan ditentukan oleh konsistensi perawatan, promosi berkelanjutan, pemberdayaan UMKM, keterlibatan masyarakat, serta transparansi pengelolaan anggaran.

“Keberhasilan itu ketika manfaatnya dirasakan merata oleh masyarakat,” pungkasnya. (Red/Difeni)

Berita Terkait

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW
20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam
Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita
Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang
Walikota Serang Budi Rustandi Ajak PDIP Bersinergi Kawal Pembangunan Daerah
Wali Kota Serang Apresiasi Dukungan Buruh Genjot Investasi Padat Karya
Target Efisiensi 2027, Pemkot Serang Berupaya Turunkan Belanja Pegawai dari 40 ke 30 Persen
Muji Rohman Buka Suara: DPRD Kota Serang Siap Bahas Perda PUK, Tapi Draf Belum Ada

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:33

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW

Rabu, 15 April 2026 - 10:18

20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam

Rabu, 15 April 2026 - 10:07

Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai

Selasa, 14 April 2026 - 14:28

Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita

Selasa, 14 April 2026 - 09:37

Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang

Berita Terbaru