Perkuat UMKM dan Pangan Lokal, JAM Center Sosialisasikan Gerakan Ekonomi Berbasis Desa di Jabar

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dok. redaksi

dok. redaksi

Bantenblitz.com – Yayasan Jaringan Aspirasi Masyarakat (JAM) Center Indonesia bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih menggelar sosialisasi Gerakan Ekonomi Rakyat Berbasis Desa di Provinsi Jawa Barat sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Dalam kegiatan tersebut, dipaparkan berbagai strategi penguatan ekonomi desa melalui optimalisasi Koperasi JAM Abadi Desa, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta digitalisasi sektor pangan lokal. Program ini diharapkan mampu mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus motor penggerak rantai pasok nasional, termasuk dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG).

Ketua Yayasan Jaringan Aspirasi Masyarakat sekaligus Ketua Dewan Pakar APDESI Merah Putih, Johan Aripin Muba, menegaskan pentingnya mengubah kedudukan desa dalam pembangunan nasional. Negara harus melihat desa sebagai subjek aktif yang mengendalikan potensi ekonominya sendiri secara mandiri.

“Desa tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan. Desa harus menjadi pusat kekuatan ekonomi rakyat. Karena itu, transformasi ekonomi desa harus dimulai dari penguatan UMKM, pemanfaatan teknologi digital, dan pembangunan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Johan dalam rilis yang diterima bagusnews.co pada Senin, 8 Juni 2026.

Johan juga menjelaskan integrasi teknologi menjadi elemen kunci dalam memodernisasi tata kelola ekonomi di tingkat desa.

Pihaknya juga berkomitmen untuk menyediakan infrastruktur digital yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat desa.

“Kita ingin menghadirkan model ekonomi desa yang lebih maju, terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Teknologi digital harus menjadi alat pemberdayaan, bukan sekadar tren,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret inovasi keuangan di perdesaan, gerakan ini memperkenalkan instrumen baru yang dirancang khusus untuk mempermudah sirkulasi ekonomi lokal.

Kehadiran instrumen keuangan digital ini diharapkan mampu menekan biaya transaksi dan memperluas jaringan pasar UMKM desa.

“JAM Coin kami perkenalkan sebagai bagian dari inovasi ekosistem ekonomi digital desa. Harapannya, instrumen ini dapat menjadi pendukung transaksi, kolaborasi, dan penguatan ekonomi masyarakat desa secara lebih efektif,” beber Johan.

Di samping itu, keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama yang erat dari seluruh elemen di tingkat lokal maupun regional.

Sinergi yang solid akan memastikan program berjalan secara konsisten dan memberikan dampak ekonomi yang terukur bagi warga.

“Gerakan ini harus menjadi kerja bersama. Pemerintah desa, masyarakat, pelaku UMKM, dan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam satu ekosistem agar ekonomi rakyat benar-benar tumbuh dari desa,” harapnya.

Menanggapi pemaparan tersebut, Sekretaris Jenderal DPP APDESI Merah Putih A. Anwar Sadat turut memberikan dukungan penuh terhadap implementasi program di lapangan.

Anwar menilai bahwa kolaborasi ini menjadi solusi taktis bagi aparatur desa, dalam menggerakkan sektor riil perdesaan.

“Selama ini pemerintah terkadang kurang memperhatikan desa desa di daerah seperti ini, dengan adanya koperasi JAM, walaupun swasta, semoga swasta ini yang bisa membangun desa-desa. Semoga dengan adanya koperasi JAM ini desa bisa terbantu ekonominya, karena desa adalah salah satu pondasi dari sebuah negara,” tegas Sekjen DPP APDESI Merah Putih A. Anwar Sadat.

Gerakan Ekonomi Rakyat Berbasis Desa ini ditargetkan menyasar ribuan desa potensial di Jawa Barat guna membentuk ekosistem koperasi produktif.

Implementasi program mencakup pengembangan kemitraan budidaya pertanian, swakelola peternakan, serta penyediaan jaringan distribusi logistik melalui aplikasi digital terintegrasi.

“Upaya kolektif ini diharapkan mampu menurunkan ketergantungan pasokan pangan luar daerah sekaligus menstabilkan tingkat inflasi di pedesaan secara berkelanjutan,” pungkas Anwar. (Red/Dede)

Berita Terkait

Mahasiswa KKM Untirta Edukasi Warga Solear Kabupaten Tangerang Kelola Sampah
Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak
Disparbud Pandeglang Sabet Penghargaan dan Pengakuan Intelektual dari Kemenkumham
Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga
DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir
Pemkot Tangsel Gelar Sertifikasi K3 untuk Aparatur Kelurahan dan Kecamatan
Benyamin Sebut Kolaborasi dan Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci Tangsel Capai Nol Kematian DBD
Peringati Tahun Baru Islam, BenyaminTekankan Pentingnya Kualitas Sumber Daya Manusia

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:18

Mahasiswa KKM Untirta Edukasi Warga Solear Kabupaten Tangerang Kelola Sampah

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:03

Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak

Senin, 29 Juni 2026 - 06:49

Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:55

DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:40

Pemkot Tangsel Gelar Sertifikasi K3 untuk Aparatur Kelurahan dan Kecamatan

Berita Terbaru