Hasil Tangkapan Menurun, Nelayan Keluhkan Kondisi Sungai Ciujung

Senin, 16 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perahu nelayan Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, l Dok Dwi MY-BNC

Perahu nelayan Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, l Dok Dwi MY-BNC

BagusNews.Co – Seorang nelayan bernama Saepudin dari Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi Sungai Ciujung yang diduga tercemar limbah pabrik.

Ia menyatakan bahwa dampak dari pencemaran ini tidak hanya dirasakan oleh kehidupan laut dan pendapatan nelayan, tetapi juga berdampak langsung pada alat tangkap mereka, yaitu perahu kayu yang digunakan setiap hari.

Menurut Saepudin, kondisi Sungai Ciujung yang menghitam dan permukaannya yang berbau seperti bercak minyak menunjukkan adanya limbah berbahaya yang masuk ke dalam ekosistem sungai.

“Cuma nelayan tidak ada yang menyadari, tahunya limbah itu membunuh ikan, mandi juga susah, padahal kapal satu-satunya aset yang dimiliki untuk keseharian mencari nafkah terdampak juga,” kata Saepudin kepada wartawan, Senin, 16 Juni 2025.

Lebih lanjut, Saepudin menjelaskan bahwa zat kimia yang terkandung dalam limbah tersebut menyebabkan kerusakan pada perahu kayu mereka.

“Karena pori-pori kayu itu menyerap zat kimia yang ada di aliran Sungai Ciujung sehingga merapuhkan kayu perahu,” ujarnya.

Kerusakan ini membuat perahu menjadi rentan keropos dan akhirnya tidak lagi layak digunakan, yang secara langsung mempengaruhi penghasilan nelayan.

Ia pun menyesalkan kurangnya tindakan nyata dari pihak berwenang dalam menangani masalah ini. Menurutnya, pencemaran Sungai Ciujung sudah berlangsung selama puluhan tahun dan masyarakat mengetahui sumber limbah tersebut..

“Sudah puluhan tahun tercemar, masyarakat juga tahu ini limbah dari mana, cuma memang sampai saat ini tidak ada tindakan dari pemerintah,” katanya.

Saepudin berharap agar kondisi Sungai Ciujung dapat segera kembali normal sehingga para nelayan dapat kembali berlayar dengan aman dan mendapatkan ikan yang cukup.

“Harapnya ini kembali normal, bisa seperti dulu, nangkap ikan sangat mudah, kalau sekarang susah banget,” pungkasnya. (Red/Dwi)

Berita Terkait

Pentaskan Babat Banten, Wayang Nganjor Indonesia Angkat Warisan Budaya
Faktor Kesehatan, Tiga Jemaah Haji Asal Pandeglang Meninggal di Tanah Suci
Muslim Taufik Resmi Pimpin Sekretariat DPRD Pandeglang, Fuhaira Tekankan Netralitas
Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI
Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC
Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD
1.300 Peserta Hadiri Halalbihalal Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta
Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:40

Pentaskan Babat Banten, Wayang Nganjor Indonesia Angkat Warisan Budaya

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:14

Faktor Kesehatan, Tiga Jemaah Haji Asal Pandeglang Meninggal di Tanah Suci

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:58

Muslim Taufik Resmi Pimpin Sekretariat DPRD Pandeglang, Fuhaira Tekankan Netralitas

Kamis, 30 April 2026 - 16:00

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI

Rabu, 29 April 2026 - 16:26

Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD

Berita Terbaru

Aparat gabungan Satreskrim Polresta Tangerang dan Unit Reskrim Polsek Cikupa saat menyeldiki kasus kematian tukang cilok di Cikupa l Dok. Red

Hukum dan Kriminal

Kasus Tukang Cilok Tewas di Cikupa Terungkap, Dua Tersangka Dibekuk

Minggu, 7 Jun 2026 - 18:54