Tingginya Kasus Kekerasan Anak di Kabupaten Serang, Komnas Ungkap Penyebabnya

Kamis, 24 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Pusat Uut Luthfi saat diwawancarai wartawan l Dok. Dwi MY-BNC

Wakil Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Pusat Uut Luthfi saat diwawancarai wartawan l Dok. Dwi MY-BNC

BantenBlitz.com – Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak menyampaikan kekhawatiran serius terkait tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Serang.

Terlebih, yang menjadi fokus kekerasan seksual yaitu kasus inses dan kekerasan yang dilakukan oleh orang terdekat, seperti ayah kandung terhadap anak sendiri.

Wakil Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Pusat Uut Luthfi mengatakan, sebagian besar pelaku kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Serang berasal dari keluarga inti, yang seharusnya menjadi tempat perlindungan dan pendidikan pertama bagi anak-anak.

“Dalam sejumlah pendampingan yang dilakukannya langsung, sebagian besar pelaku kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Serang merupakan anggota keluarga inti korban,” ujar Uut saat diwawancarai wartawan, Rabu, 23 Juli 2025.

Fenomena tersebut tidak muncul begitu saja, menurut Uut, melainkan dipicu oleh faktor sosial dan ekonomi yang melemahkan struktur keluarga.

“Ini banyak yang inses. Pelakunya itu ayah kandung, orang terdekat. Saya beberapa kali mendampingi langsung dan korbannya adalah anaknya sendiri.”

Menurutnya, kondisi ekonomi yang lemah sering kali membuat orang tua dan anak-anak kurang mendapatkan perhatian, sehingga mengakibatkan lingkungan keluarga menjadi tidak harmonis dan rentan terhadap penyalahgunaan.

“Fungsi keluarga tidak berjalan, anak-anak kurang perhatian. Termasuk faktor pendidikan yang minim juga berpengaruh besar,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Uut menyoroti perubahan nilai budaya yang terjadi di tengah masyarakat. Dulu, kedekatan antara ayah dan anak perempuan sering dianggap sebagai hal yang positif dan wajar. Namun, tanpa pendidikan moral yang memadai dan pengawasan yang ketat, kedekatan tersebut bisa disalahgunakan.

“Ketika orang tua, terutama ayah, tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya dan terbiasa menonton konten pornografi, maka anak perempuan menjadi sasaran terdekat. Yang dulu budaya kelekatan, sekarang jadi pintu masuk kejahatan,” tuturnya.

Data kekerasan terhadap anak di Kabupaten Serang menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2024, tercatat hampir 150 kasus kekerasan terhadap anak. Hingga pertengahan 2025, angka ini bertambah menjadi 68 kasus baru, menandakan bahwa masalah ini semakin kompleks dan mendesak untuk segera ditangani secara serius.

“Kalau bicara kekerasan seksual terhadap anak, itu sudah masuk ke dalam kategori pelanggaran berat Hak Asasi Manusia (HAM). Ini kejahatan luar biasa,” ungkapnya.

Ia mendesak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat, untuk lebih serius dalam menangani kasus-kasus kekerasan seksual, terutama inses yang sulit dideteksi karena terjadi di lingkungan keluarga sendiri. (Red/Dwi)

Berita Terkait

Disparbud Pandeglang Sabet Penghargaan dan Pengakuan Intelektual dari Kemenkumham
Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga
DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir
Pemkot Tangsel Gelar Sertifikasi K3 untuk Aparatur Kelurahan dan Kecamatan
Benyamin Sebut Kolaborasi dan Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci Tangsel Capai Nol Kematian DBD
Peringati Tahun Baru Islam, BenyaminTekankan Pentingnya Kualitas Sumber Daya Manusia
DPRD Kabupaten Serang Tetapkan Perda Ekonomi Kreatif dan Pembangunan Permukiman
Pemkot Tangerang Canangkan Perbaikan 65 Rumah Warga Tidak Layak Huni di Batuceper

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 09:21

Disparbud Pandeglang Sabet Penghargaan dan Pengakuan Intelektual dari Kemenkumham

Senin, 29 Juni 2026 - 06:49

Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:55

DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:40

Pemkot Tangsel Gelar Sertifikasi K3 untuk Aparatur Kelurahan dan Kecamatan

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:48

Peringati Tahun Baru Islam, BenyaminTekankan Pentingnya Kualitas Sumber Daya Manusia

Berita Terbaru