Fenomena Bendera One Piece: Antara Kebebasan Berekspresi dan Hormat pada Simbol Negara

Kamis, 7 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ade Rossi saat diwawancarai wartawan mengenai pendapatnya tentang maraknya bendera One Piece pada Kamis, 7 Agustus 2025 | doc.difeni - BBC

Ade Rossi saat diwawancarai wartawan mengenai pendapatnya tentang maraknya bendera One Piece pada Kamis, 7 Agustus 2025 | doc.difeni - BBC

BantenBlitz.com – Setelah maraknya pengakuan dari berbagai pedagang bendera di sepanjang jalan di Kabupaten Pandeglang dengan banyaknya masyarakat mencari bendera One Piece yang sedang populer diperbincangkan di media sosial, fenomena ini menarik perhatian publik.

Ade Rossi Khoerunnisa, Anggota DPR RI Komisi X, turut menanggapi fenomena ini dengan sudut pandang yang bijak dan mengedepankan nilai-nilai persatuan serta hak kebebasan berekspresi.

Menurutnya, kebebasan berekspresi merupakan hal yang wajar, terutama di era keterbukaan informasi saat ini. Namun, ia mengingatkan bahwa pada momen penting seperti hari ulang tahun kemerdekaan, sikap menghormati simbol negara, yaitu bendera Merah Putih, harus selalu diutamakan.

“Bagi saya ini adalah hak masyarakat untuk berekspresi, berekspresi tuh wajar wajar saja tetapi bagaimana pun juga bendera merah putih itu bendera yang kita junjung tinggi bendera yang harus ada berkibar di angkasa apalagi ini adalah 17 Agustus hari kemerdekaan kita yang kami harapkan semua warga bisa bersatu merayakan 80 tahun NKRI,” ujar Ade Rossi saat di wawancarai wartawan pada Kamis, 7 Agustus 2025.

Ia menambahkan, perayaan kemerdekaan adalah momentum untuk memperkuat rasa kebangsaan dan persatuan.

“Kami harap agar seluruh warga bangsa, tanpa terkecuali, bisa merayakannya dengan semangat yang sama, yakni cinta tanah air dan menghormati simbol negara. Jangan sampai ekspresi yang sah-sah saja itu justru menimbulkan perpecahan atau mengurangi makna kemerdekaan yang sudah diperjuangkan dengan susah payah oleh para pahlawan kita,” tegasnya.

Ade Rossi juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh fenomena-fenomena yang sebenarnya tidak menggoyahkan kekuatan dan kedaulatan Republik Indonesia.

“Kita bangsa yang besar dan kuat, kedaulatan kita ada dan tidak bisa diganggu gugat. Simbol-simbol seperti bendera merah putih tidak akan pernah tergantikan, tidak bisa digantikan dengan hal lain, termasuk bendera One Piece, yang meski populer tapi tetap hanya bagian dari ekspresi budaya,” pungkasnya.

Selanjutnya, Ade Rossi mengajak semua pihak, terutama generasi muda, untuk terus membangun rasa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

“Kita harus melanjutkan semangat para pahlawan dengan cara menghormati simbol nasional yang menjadi identitas kita bersama.” tutupnya.

Fenomena pengibaran bendera One Piece ini membuka diskursus menarik tentang batas-batas kebebasan berekspresi dalam konteks nasionalisme dan penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan. Meski menyita perhatian, perdebatan ini juga menjadi cermin kekayaan budaya dan dinamika sosial masyarakat Indonesia yang terus berkembang di era modern.(Red/Difeni)

Berita Terkait

Pentaskan Babat Banten, Wayang Nganjor Indonesia Angkat Warisan Budaya
Faktor Kesehatan, Tiga Jemaah Haji Asal Pandeglang Meninggal di Tanah Suci
Muslim Taufik Resmi Pimpin Sekretariat DPRD Pandeglang, Fuhaira Tekankan Netralitas
Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI
Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC
Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD
1.300 Peserta Hadiri Halalbihalal Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta
Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:40

Pentaskan Babat Banten, Wayang Nganjor Indonesia Angkat Warisan Budaya

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:14

Faktor Kesehatan, Tiga Jemaah Haji Asal Pandeglang Meninggal di Tanah Suci

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:58

Muslim Taufik Resmi Pimpin Sekretariat DPRD Pandeglang, Fuhaira Tekankan Netralitas

Kamis, 30 April 2026 - 16:00

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI

Rabu, 29 April 2026 - 16:26

Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD

Berita Terbaru

Aparat gabungan Satreskrim Polresta Tangerang dan Unit Reskrim Polsek Cikupa saat menyeldiki kasus kematian tukang cilok di Cikupa l Dok. Red

Hukum dan Kriminal

Kasus Tukang Cilok Tewas di Cikupa Terungkap, Dua Tersangka Dibekuk

Minggu, 7 Jun 2026 - 18:54