Pemkab Pandeglang Didesak Sediakan NICU dan PICU untuk Cegah Kematian Bayi

Rabu, 27 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Encep Hermawan saat ditemui di kantornya pada Selasa, 26 Agustus 2025. | Doc.difeni - BBC

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Encep Hermawan saat ditemui di kantornya pada Selasa, 26 Agustus 2025. | Doc.difeni - BBC

BantenBlitz.com – Angka kematian bayi di wilayah Pandeglang tahun ini mencapai 76 orang, walaupun angka ini sudah menurun dari tahun 2024, tetapi angka Kematian bayi sebagian besar disebabkan oleh ketidaktersediaan fasilitas perawatan intensif seperti NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan PICU (Pediatric Intensive Care Unit) di rumah sakit Daerah.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Encep Hermawan, menegaskan bahwa ketidaktersediaan fasilitas perawatan intensif seperti NICU dan PICU harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pandeglang sebagai upaya penyelamatan nyawa bayi dan peningkatan layanan kesehatan.

“Direkomendasikan untuk rumah sakit harus ada NICU, dan PICU, untuk menangani bayi bayi yang lahir dengan berat badan karna kan untuk bayi yg baru lahir, sedangkan di kita bbelum tersedia ada ruangan nya tapi blm ada alatnya.” Ujarnya saat ditemui di kantornya pada Selasa, 26 Agustus 2025.

Selain itu, faktor lain yang turut berkontribusi adalah kondisi ibu hamil yang mengalami kurang gizi, infeksi, bahkan meninggal dalam kandungan. Upaya peningkatan gizi telah dilakukan, seperti pemberian susu khusus untuk ibu hamil dan obat penambah darah.

“Faktor penyebabnya itu bisa meninggal di dalam kandungan, infeksi, kekurangan oksigen, dan kekurangan gizi, karna kemarin banyak rekomendasi yang di kirimkan jadi pada saat hamil, ibu nya harus sehat dan cukup gizi, kalau bayi yang lahir dari ibu yang kurang gizi nanti berakibat juga pada janin, jadi di harapkan nanti ibu hamil harus sehat dan di pastikan harus cukup gizinya.” Lanjutnya.

Encep berharap Pemda akan menyediakan ruang NICU dan PICU untuk mengoptimalkan pengobatan bayi bayi yang kritis dan membutuhkan pengobatan intensif. Karena hal ini menyebabkan tingginya risiko kematian terutama bagi bayi prematur dan yang mengalami gangguan kesehatan serius sejak lahir.

“Kita harap nanti pemerintah daerah nanti bisa menyediakan itu untuk nanti supaya bayi bayi bisa mendapatkan penanganan yang baik, karna ini menjadi faktor utama juga.” Pungkasnya. (Red/Difeni)

Berita Terkait

Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak
Disparbud Pandeglang Sabet Penghargaan dan Pengakuan Intelektual dari Kemenkumham
Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga
DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir
Pemkot Tangsel Gelar Sertifikasi K3 untuk Aparatur Kelurahan dan Kecamatan
Benyamin Sebut Kolaborasi dan Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci Tangsel Capai Nol Kematian DBD
Peringati Tahun Baru Islam, BenyaminTekankan Pentingnya Kualitas Sumber Daya Manusia
DPRD Kabupaten Serang Tetapkan Perda Ekonomi Kreatif dan Pembangunan Permukiman

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:03

Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak

Senin, 29 Juni 2026 - 09:21

Disparbud Pandeglang Sabet Penghargaan dan Pengakuan Intelektual dari Kemenkumham

Senin, 29 Juni 2026 - 06:49

Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:55

DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:05

Benyamin Sebut Kolaborasi dan Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci Tangsel Capai Nol Kematian DBD

Berita Terbaru