Jalan Berlumpur dan Rusak Parah, Dampak Proyek Irigasi Ganggu Keselamatan Warga Serang

Rabu, 24 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi jalan rusak dan berlumpur yang menjadi perlintasan proyek rehabilitasi irigasi Sungai DI Ciujung Timur l Dok. Dwi MY-BNC

Kondisi jalan rusak dan berlumpur yang menjadi perlintasan proyek rehabilitasi irigasi Sungai DI Ciujung Timur l Dok. Dwi MY-BNC

Bantenblitz.com – Warga dan pengguna jalan di Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, mengeluhkan kondisi jalan yang semakin rusak dan berlumpur akibat dampak dari proyek rehabilitasi irigasi Sungai DI Ciujung Timur.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Tiara Multi Teknik (TMT) ini menuai perhatian karena menyebabkan kemacetan parah dan kerusakan jalan, khususnya di area yang dilalui truk besar pengangkut beton precast. Kondisi ini terjadi sejak proyek dimulai hingga saat ini, tepatnya pada Rabu, 24 Desember 2025.

Pengguna jalan, Judi, menyampaikan kekesalannya terhadap pengelolaan lalu lintas selama proyek berlangsung.

“Setiap hari macet setelah ada proyek ini, seharusnya pihak perusahaan menyediakan orang parkir untuk mengatur lalu lintas,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sebelumnya pernah ada pengendara yang terjatuh akibat jalan berlumpur yang tidak dibersihkan secara rutin.

Ia pun menyoroti ketiadaan petugas kebersihan maupun pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek.

Sementara itu, Widodo, warga sekitar, menilai bahwa pihak perusahaan tampak abai terhadap dampak lingkungan dan keselamatan warga.

Ia mengkritik keras karena jalan desa yang dilalui warga setiap hari menjadi rusak dan berlumpur akibat truk berukuran besar yang melintas tanpa pengaturan yang memadai.

“Seharusnya pihak proyek memperhatikan dampak lingkungan dan keselamatan warga, jangan seolah abai padahal jalan ini adalah akses utama warga,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan kekhawatirannya terkait ketebalan jalan yang hanya 15 cm, namun harus dilalui oleh truk bermuatan tonase besar, yang berpotensi mempercepat kerusakan.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak pelaksana proyek PT TMT Raihan menyatakan, pihaknya akan memperbaiki jalan setelah kegiatan proyek selesai.

“Untuk pembersihan biasanya kita lakukan setiap hari antara sore dan pagi hari, adapun ketika cuaca hujan di malam hari, petugas tidak selalu ada setiap hari, tetapi kita tetap melakukan pembersihan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kerusakan jalan akibat lalu lintas proyek akan diperbaiki setelah segmen pengerjaan di area tersebut selesai.

Namun, saat ditanya mengenai progres pekerjaan dan tipe pekerjaan yang dilakukan, pihak pelaksana enggan memberikan jawaban rinci dan menyarankan untuk menanyakan langsung ke perusahaan.

“Kalau soal tipe pekerjaan, saya kurang tahu. Dari atasan mungkin bisa menjawab,” katanya.

Diketahui, proyek rehabilitasi DI Ciujung yang berlokasi di wilayah sekitar 6 kilometer di Kabupaten Serang, meliputi Kecamatan Carenang, Tanara, dan Pontang, bernomor kontrak HK 0201/02/Az.02.2/2025 tertanggal 12 Agustus 2025 dengan nilai anggaran sekitar Rp 58,76 miliar, dijadwalkan selesai dalam waktu 140 hari kalender dan memiliki masa pemeliharaan selama 365 hari. (Red/Dwi)

Berita Terkait

Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak
Disparbud Pandeglang Sabet Penghargaan dan Pengakuan Intelektual dari Kemenkumham
Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga
DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir
Pemkot Tangsel Gelar Sertifikasi K3 untuk Aparatur Kelurahan dan Kecamatan
Benyamin Sebut Kolaborasi dan Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci Tangsel Capai Nol Kematian DBD
Peringati Tahun Baru Islam, BenyaminTekankan Pentingnya Kualitas Sumber Daya Manusia
DPRD Kabupaten Serang Tetapkan Perda Ekonomi Kreatif dan Pembangunan Permukiman

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:03

Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak

Senin, 29 Juni 2026 - 09:21

Disparbud Pandeglang Sabet Penghargaan dan Pengakuan Intelektual dari Kemenkumham

Senin, 29 Juni 2026 - 06:49

Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:55

DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:40

Pemkot Tangsel Gelar Sertifikasi K3 untuk Aparatur Kelurahan dan Kecamatan

Berita Terbaru