Bantenblitz.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mencatat sedikitnya 12 kejadian banjir yang melanda dua kecamatan, yakni Kasemen dan Serang, sejak Jumat, 2 Januari 2026 sore. Banjir dipicu tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kota Serang, dengan dampak terparah terjadi di Kecamatan Kasemen dan merendam ratusan rumah warga.
”Banjir paling luas terpantau di Kecamatan Kasemen. Sejumlah lingkungan terdampak antara lain Kroya Lama, Puri Keraton, Masjid Agung Banten, Sukajaya, Komplek Banten, Baru Bugis, Kendal, Ambon, Jabang Bayi, Jenggot, hingga Cikedung,” ungkap Plt Kalaksa BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, kepada wartawan, Sabtu, 3 Januari 2026.
Di Kecamatan Kasemen, banjir merendam Lingkungan Kroya Lama RT/RW 006/002 Kelurahan Banten dengan ketinggian air 60 sentimeter, berdampak pada 120 rumah, 134 kepala keluarga (KK), atau 406 jiwa. Sebanyak 50 KK sempat mengungsi.
Pada Perumahan Puri Keraton Kelurahan Kasemen, air merendam hingga 30 sentimeter dan mempengaruhi 120 rumah.
Di kawasan Masjid Agung Banten, kata dia air sempat menggenangi pelataran masjid dan area makam dengan ketinggian 10-20 sentimeter, namun kini sudah surut.
“Lingkungan Sukajaya Kelurahan Banten terdampak pada tiga RT dengan total 151 rumah, 165 KK, dan 518 jiwa. Kondisi serupa terjadi di Komplek Banten Kelurahan Banten yang mempengaruhi 70 rumah,” jelas Diat.
Lebih lanjut, Diat menjelaskan banjir terdalam tercatat di Lingkungan Baru Bugis, Kelurahan Banten, dengan ketinggian air 100 sentimeter dan berdampak pada lima rumah.
“Wilayah lain di Kecamatan Kasemen yang terdampak meliputi Lingkungan Kendal Kelurahan Margaluyu dengan 55 rumah terendam dan 10 KK mengungsi. Di Lingkungan Ambon Kelurahan Margaluyu, 199 rumah serta satu fasilitas umum yaitu SDN Ambon terdampak, dengan dua KK mengungsi,” ungkapnya
Selain di melanda Kecamatan Kasemen, banjir juga terjadi di Kecamatan Serang, tepatnya di Lingkungan Cimuncang Cilik Kelurahan Cimuncang dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter dan berdampak pada 10 rumah.
Beberapa lingkungan lainnya, ungkap Diat, seperti Jabang Bayi Kelurahan Kasunyatan, Jenggot, dan Cikedung Kelurahan Margaluyu juga masih tergenangi hingga laporan disusun.
BPBD mencatat sebanyak 62 KK harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Hingga pukul 04.25 WIB, total warga terdampak mencapai 1.087 KK atau 3.033 jiwa, dengan 1.023 unit rumah terendam.
”Kondisi di sebagian besar lokasi menunjukkan tren surut, tetapi masih terdapat beberapa lingkungan yang hingga dini hari airnya belum sepenuhnya turun, seperti di Lingkungan Kendal dan Jenggot Kelurahan Margaluyu,” ujar Diat.
Ia memastikan bahwa personel BPBD telah ditempatkan untuk pemantauan, evakuasi warga, serta pendataan lanjutan.
“Alat dan sumber daya juga telah disiagakan di wilayah yang sering terdampak banjir,” tandasnya. (Red/Roy)












