Belum Final, Lokasi Sekolah Rakyat di Sawah Luhur Masih Dikaji

Senin, 26 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin I Dok. Roy-BNC

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin I Dok. Roy-BNC

Bantenblitz.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berencana membangun gedung Sekolah Rakyat di Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, dengan kebutuhan lahan seluas sekitar 6,5 hingga 10 hektare. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap kajian karena lokasi yang diusulkan masuk dalam kawasan rawan bencana banjir.

‎Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin, menyampaikan lokasi Sekolah Rakyat yang semula direncanakan di Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, kini sedang dipertimbangkan kembali.

‎”Tanah yang dibutuhkan minimal 6,5 sampai 10 hektar. Status tanah milik kita, Pemerintah Kota Serang. Tetapi saya melihat ada potensi di Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan. Di situ ada tanah negara kurang lebih sekitar 8 hektar,” ujar Nanang, Senin, 26 Januari 2026.

‎Nanang mengatakan bahwa lokasi di Sawah Luhur memiliki potensi banjir, sehingga perlu dipertimbangkan kembali.

‎”Kita melihat kemarin itu dengan hujan yang begitu deras. Sawah Luhur itu kan termasuk kena banjir juga. Kita pertimbangkan itu, jangan sampai kita membangun di sana tetapi anak-anak tidak aman dalam masalah banjir,” katanya.

‎Selain itu, lokasi tanah yang akan dibangun untuk Sekolah Rakyat harus dilakukan pengurugan. Biaya untuk pengurugan diperkirakan lebih dari Rp10 miliar.

‎”Itu kita mesti ngurug. Estimasi atau perkiraan biaya kurang lebih sekitar Rp12 miliar. Tanah yang dibutuhkan, ya minimal 6,5 sampai 10 hektare. Tanah sih tanah kita, tanah milik pemerintah daerah kota Serang,” jelas Nanang.

‎Selain di Kelurahan Sawah Luhur, Nanang juga telah menentukan lokasi alternatif di wilayah kecamatan lain yakni di Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan.

‎”Kemarin saya melihat ada potensi di Kecamatan Taktakan di Kelurahan Sayar. Di situ ada tanah negara, kurang lebih sekitar 8 hektare, dan itu saya pikir cukup kalau itu dibuat untuk sekolah rakyat,” ungkapnya.

‎Menurut dia, lokasi di Kelurahan Sayar pun representatif untuk dibangun sekolah rakyat, hanya saja status tanahnya milik negara.

‎”Hanya memang status tanahnya adalah tanah negara. Nah tentu ini harus dikomunikasikan dengan Kementerian Sosial,” terang Nanang.

‎Pemerintah Kota Serang sangat mendukung pembangunan Sekolah Rakyat karena dapat memacu kenaikan indeks pembangunan manusia (IPM). Pembangunan manusia itu terdiri dari kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

‎”Semua keputusan akhir ini nanti akan disampaikan kepada Pak Walikota dan Kementerian Sosial,” pungkasnya. (Red/ Roy)

Berita Terkait

Cikande dan Kramatwatu Kembali Dominasi O2SN-FLS3N Kabupaten Serang 2026
Wujudkan Tri Dharma, Dosen FH Unpam Serang Gelar PKM di MA Darul Irfan
Warna-warni Budaya di Fashion Show Halal Bihalal KAHFI BBC Motivator School
Siswa SD Tangerang Harumkan Indonesia, Sabet Medali Perak Science Olympiad di Singapura
Wisata Edukatif Jadi Penutup AMT, Anak Yatim Diajak Kenal Sejarah dan Lingkungan
Halal Bihalal di SMPN 6, Wali Kota Serang Evaluasi Program Serang Mengaji
Lindungi Pendidik, Dindikbud Serang Mulai Pemetaan Satgas Guru
Refleksi Setahun Dewi–Iing, Mahasiswa PMII Desak Penetapan Darurat Pendidikan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:19

Cikande dan Kramatwatu Kembali Dominasi O2SN-FLS3N Kabupaten Serang 2026

Senin, 20 April 2026 - 17:28

Wujudkan Tri Dharma, Dosen FH Unpam Serang Gelar PKM di MA Darul Irfan

Senin, 20 April 2026 - 17:01

Warna-warni Budaya di Fashion Show Halal Bihalal KAHFI BBC Motivator School

Selasa, 7 April 2026 - 10:34

Siswa SD Tangerang Harumkan Indonesia, Sabet Medali Perak Science Olympiad di Singapura

Senin, 30 Maret 2026 - 17:10

Wisata Edukatif Jadi Penutup AMT, Anak Yatim Diajak Kenal Sejarah dan Lingkungan

Berita Terbaru