Bantenblitz.com – Petugas Jaga Lintasan (PJL) kereta api di Kampung Jaha, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Nurrohman, mengalami musibah setelah digigit ular tanah saat bertugas. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (15/3/2026), ketika korban tengah membersihkan rumput di sekitar perlintasan rel.
Akibat kejadian tersebut, Nurrohman harus menjalani perawatan intensif di RSUD Provinsi Banten, meski kondisinya kini berangsur membaik. Wali Kota Serang, Budi Rustandi, turut menjenguk korban pada Senin, 16 Maret 2026 dan menyampaikan bahwa insiden terjadi saat korban tidak menyadari keberadaan ular yang bersembunyi di area tersebut.
“Dia sedang bersih-bersih rumput di sekitar lintasan rel kereta api di Walantaka. Ternyata di situ ada ular tanah yang tidak terlihat, lalu menggigit tangan kanannya,” ungkapnya.
Ia menyebut, korban segera mendapat penanganan medis dan saat ini menjalani perawatan di RSUD Banten. Kondisi korban dilaporkan stabil dan terus dipantau tenaga medis.
“Alhamdulillah bisa diselamatkan. Sekarang kondisinya sehat dan sedang dalam pengobatan di rumah sakit. Kita doakan semoga cepat pulih dan bisa kembali bertugas menjaga perlintasan kereta api,” ucap Budi.
Sebagai langkah antisipasi, Budi mengingatkan para petugas penjaga perlintasan kereta api agar lebih waspada saat membersihkan area sekitar pos jaga, terutama di lokasi yang banyak ditumbuhi rumput atau terdapat tumpukan batu.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan para petugas tetap memperhatikan faktor keselamatan saat menjalankan tugas di lapangan.
“Petugas harus lebih hati-hati ketika membersihkan rumput di sekitar tempat berjaga. Biasanya di bawah rumput atau batu bisa menjadi tempat ular bersarang,” pesan Budi. (Red/ Roy)












