Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

19 mantan narapidana kasus terorisme dari Pandeglangmengikuti pelatihan teknisi Air Conditioner (AC) di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Banten, Kecamatan Karangtanjung. | Dok. Istimewa

19 mantan narapidana kasus terorisme dari Pandeglangmengikuti pelatihan teknisi Air Conditioner (AC) di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Banten, Kecamatan Karangtanjung. | Dok. Istimewa

Bantenblitz.com – Sebanyak 19 mantan narapidana kasus terorisme asal Kabupaten Pandeglang mulai menapaki babak baru kehidupan. Usai menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila, mereka kini dibekali keterampilan teknisi Air Conditioner (AC) melalui pelatihan di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Banten, Kecamatan Karangtanjung.

Program ini menjadi langkah konkret reintegrasi sosial sekaligus upaya membuka jalan menuju kemandirian ekonomi bagi para eks anggota Jamaah Islamiyah. Dengan meninggalkan paham radikal yang pernah dianut, mereka kini diarahkan untuk membangun masa depan yang lebih produktif di tengah masyarakat.

Pelatihan tersebut merupakan inisiatif Densus 88 Antiteror Polri yang didukung PT Astra International, sebagai bagian dari implementasi program pencegahan terorisme berbasis pemberdayaan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018.

“Kami pilih pelatihan teknisi AC karena permintaan servis pendingin udara melonjak di rumah dan gedung,” ujar Jaka, Kamis, 30 April 2026.

Peserta kali ini melibatkan unsur Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Banten untuk perkuat ikatan sosial. Mereka tak hanya dapat ilmu, tapi juga alat servis AC lengkap siap kerja langsung!

Alumni sukses seperti Kusnadi (Serang) dan Kartono (Bogor) kini jadi asisten pelatih, inspirasi angkatan ke-6 ini.

Densus 88 terapkan “soft approach”: dialog kemanusiaan dan pendampingan bagi mantan terpapar IRET (intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme). Hasilnya? Nol serangan teror tiga tahun terakhir, plus penurunan penangkapan kasus.

Kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat ini harap ciptakan Indonesia bebas teror, aman untuk semua.(Red/Difeni)

Berita Terkait

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI
Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD
1.300 Peserta Hadiri Halalbihalal Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta
Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader
Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir
Wabup Serang Ancam Tutup SPPG Tak Bersertifikat, Target 100 Persen pada 2026
BGN Skors 20 SPPG di Banten, Mayoritas Berada di Pandeglang dan Lebak
Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:00

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI

Kamis, 30 April 2026 - 15:29

Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC

Rabu, 29 April 2026 - 16:26

Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD

Sabtu, 25 April 2026 - 16:28

Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader

Sabtu, 25 April 2026 - 16:16

Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir

Berita Terbaru