Pembeli Menjerit Harga Daging Ayam Melonjak, Harapkan Pemerintah Buat Kebijakan

Selasa, 14 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption foto: Harga daging ayam di Pasar Cikande, alami lonjakan hingga Rp40.000 per kilogram l Mun

Caption foto: Harga daging ayam di Pasar Cikande, alami lonjakan hingga Rp40.000 per kilogram l Mun

BantenBlitz.Com – Pembeli daging ayam di Pasar Cikande, Kabupaten Serang, menjerit akibat harga daging ayam yang mengalami lonjakan harga secara signifikan mencapai Rp40.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut telah berlangsung sejak sebulan sebelum Tahun Baru 2025, dan sampai pertengahan Januari 2025, harga tersebut belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Ardi, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Cikande, menyatakan bahwa harga daging ayam biasanya berkisar antara Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

Namun, kondisi ini berubah drastis setelah momen Tahun Baru.

“Sekarang harga daging ayam bersih Rp40.000 per kilo. Harga ini telah bertahan sejak sebulan sebelum Tahun Baru 2025,” ujarnya pada Selasa, 14 Januari 2025.

Dia menjelaskan bahwa meskipun stok daging ayam potong cukup aman dan para peternak memiliki stok yang memadai, harga daging ayam tetap tidak kunjung turun.

“Stok daging ayam potong masih aman, para peternak ayam masih ada stok yang cukup, namun harga belum turun,” tambahnya.

Dampak dari kenaikan harga ini juga dirasakan oleh masyarakat.

Ardi mengakui bahwa terdapat penurunan daya beli konsumen terhadap daging ayam.

“Saat ini rata-rata kami dapat menjual ayam potong 50 kilo setiap harinya, jauh penurunan dari sebelumnya saat ayam di sekitaran harga Rp35.000 per kilogram, karena kami dapat menjual hingga 100 kilogram per hari,” jelasnya.

Sementara itu, Mae, seorang pembeli di Pasar Cikande, mengungkapkan kekhawatirannya terkait harga daging ayam yang terus melambung.

“Biasanya saya beli daging ayam satu kilogram. Sekarang saya hanya beli setengah kilo saja,” ungkap Mae.

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Serang dapat menemukan solusi untuk menstabilkan harga daging ayam yang kini menjadi salah satu bahan pokok penting bagi keluarga.

“Inginnya sih harga stabil ya, termasuk harga daging ayam potong,” pungkasnya.

Kenaikan harga daging ayam ini memang menjadi perhatian utama bagi masyarakat, terutama menjelang kebutuhan bahan pokok yang semakin meningkat.

Dengan situasi ini, diharapkan pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan untuk menstabilkan harga daging ayam agar masyarakat tidak semakin tertekan oleh kenaikan harga yang berkelanjutan. (Red/Mun)

Berita Terkait

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW
20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam
Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai
Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita
Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang
Walikota Serang Budi Rustandi Ajak PDIP Bersinergi Kawal Pembangunan Daerah
Wali Kota Serang Apresiasi Dukungan Buruh Genjot Investasi Padat Karya
Target Efisiensi 2027, Pemkot Serang Berupaya Turunkan Belanja Pegawai dari 40 ke 30 Persen

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:33

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW

Rabu, 15 April 2026 - 10:18

20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam

Rabu, 15 April 2026 - 10:07

Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai

Selasa, 14 April 2026 - 14:28

Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita

Selasa, 14 April 2026 - 09:37

Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang

Berita Terbaru