Bantenblitz.com – Sebanyak 19 mantan narapidana kasus terorisme asal Kabupaten Pandeglang mulai menapaki babak baru kehidupan. Usai menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila, mereka kini dibekali keterampilan teknisi Air Conditioner (AC) melalui pelatihan di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Banten, Kecamatan Karangtanjung.
Program ini menjadi langkah konkret reintegrasi sosial sekaligus upaya membuka jalan menuju kemandirian ekonomi bagi para eks anggota Jamaah Islamiyah. Dengan meninggalkan paham radikal yang pernah dianut, mereka kini diarahkan untuk membangun masa depan yang lebih produktif di tengah masyarakat.
Pelatihan tersebut merupakan inisiatif Densus 88 Antiteror Polri yang didukung PT Astra International, sebagai bagian dari implementasi program pencegahan terorisme berbasis pemberdayaan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018.
“Kami pilih pelatihan teknisi AC karena permintaan servis pendingin udara melonjak di rumah dan gedung,” ujar Jaka, Kamis, 30 April 2026.
Peserta kali ini melibatkan unsur Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Banten untuk perkuat ikatan sosial. Mereka tak hanya dapat ilmu, tapi juga alat servis AC lengkap siap kerja langsung!
Alumni sukses seperti Kusnadi (Serang) dan Kartono (Bogor) kini jadi asisten pelatih, inspirasi angkatan ke-6 ini.
Densus 88 terapkan “soft approach”: dialog kemanusiaan dan pendampingan bagi mantan terpapar IRET (intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme). Hasilnya? Nol serangan teror tiga tahun terakhir, plus penurunan penangkapan kasus.
Kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat ini harap ciptakan Indonesia bebas teror, aman untuk semua.(Red/Difeni)












