Banjir di Padarincang, Warga Membersihkan Rumah Setelah Luapan Sungai

Sabtu, 8 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi di sekitar Desa Rancasumur masih dipenuhi dengan lumpur pada Jumat, 7 Maret 2025 | Dok. Guntur-BBC

Situasi di sekitar Desa Rancasumur masih dipenuhi dengan lumpur pada Jumat, 7 Maret 2025 | Dok. Guntur-BBC

BantenBlitz.Com – Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, mengalami bencana banjir yang disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi pada Kamis, 6 Maret 2025.

Luapan Sungai Cidurian yang mulai meningkat sejak tengah malam menjadi penyebab utama terbawanya lumpur tanah ke permukiman warga, menciptakan situasi yang semakin mengkhawatirkan.

Berdasarkan pantauan BantenBlitz.Com di lokasi pada Jumat sore, 7 Maret 2025, terlihat puluhan rumah di Desa Rancasumur terdampak banjir yang diakibatkan oleh luapan sungai tersebut.

Warga tampak sibuk membersihkan sisa-sisa tanah dan lumpur dari rumah mereka, menggunakan serokan dan menyiramnya dengan selang.

Perabotan rumah tangga seperti kasur, karpet, kompor, kursi, dan barang-barang lainnya masih tergeletak di depan rumah, menunggu pembersihan lebih lanjut.

Situasi di sekitar dipenuhi dengan lumpur dan air cokelat, yang menjadi pekerjaan mendesak bagi warga Desa Rancasumur.

Tika, warga setempat, menjelaskan bahwa banjir semakin meluas akibat hujan lebat yang tidak kunjung reda sejak Kamis sore.

“Habis magrib tuh ya hujan enggak berhenti sampai malam hari, akhirnya begitu sungainya meluap dan masuk ke rumah-rumah warga,” ujarnya saat ditemui di lokasi banjir.

Lebih lanjut, Tika mengungkapkan bahwa ketinggian air di wilayah tersebut mencapai satu meter.

“Airnya itu setinggi jendela, sampai kompor, kasur, mejikom, segala macam itu ngambang,” ucapnya.

Tika juga menambahkan bahwa air mulai surut pada Jumat dini hari sekitar pukul 05.00 WIB.

“Jadi malamnya itu, habis surut, naik lagi, terus surut, naik lagi begitu. Benar-benar surut itu habis subuh,” tuturnya.

Dia menyebutkan bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah sejak 15 tahun terakhir. Kondisi saat banjir terjadi sangat mengganggu waktu tidur warga.

“Jarang sebenarnya banjir di sini, mah, pokoknya baru tiga kali. Pertama tahun 2000, terus 2010, nah ini yang parah. Boro-boro mau sahur, kompornya saja pada mengambang. Jadi ya tidak puasa hari ini,” ungkapnya.

Tika berharap, pemerintah dapat mengambil tindakan untuk memperbaiki kondisi sungai di wilayah tersebut agar banjir serupa tidak terulang.

“Pinginnya sih tidak terjadi lagi, capek bersihinnya. Ini saja dari subuh belum berhenti untuk bersih-bersih,” tandasnya.

Warga lainnya, Suhartini, mengaku merasa waswas setiap kali hujan turun. Hingga saat ini, menurutnya, warga Desa Rancasumur belum menerima bantuan dari pemerintah.

“Karena kan di depan ada kali besar, terus di belakang ada kali yang kecil. Jadi ya khawatir saja takut banjir, eh kejadian. Mudah-mudahan ada bantuan karena banyak warga yang tidak bisa bekerja karena sibuk mengurus rumahnya yang terkena banjir,” harapnya. (Red/Guntur)

Berita Terkait

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW
20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam
Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai
Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita
Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang
Walikota Serang Budi Rustandi Ajak PDIP Bersinergi Kawal Pembangunan Daerah
Wali Kota Serang Apresiasi Dukungan Buruh Genjot Investasi Padat Karya
Target Efisiensi 2027, Pemkot Serang Berupaya Turunkan Belanja Pegawai dari 40 ke 30 Persen

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:33

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW

Rabu, 15 April 2026 - 10:18

20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam

Rabu, 15 April 2026 - 10:07

Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai

Selasa, 14 April 2026 - 14:28

Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita

Selasa, 14 April 2026 - 09:37

Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang

Berita Terbaru