40 Persen Anak SMP Tidak Melanjutkan, Catatan Buruk Pendidikan Banten

Senin, 10 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusuma di acara Kuliah Dhuha Ramadhan 1446 H yang bertempat di Mesjid  Bilal Perguruan Muhammadiyah Kota Serang Pada Minggu, 9 Maret 2025 | Dok. Guntur-BBC

Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusuma di acara Kuliah Dhuha Ramadhan 1446 H yang bertempat di Mesjid Bilal Perguruan Muhammadiyah Kota Serang Pada Minggu, 9 Maret 2025 | Dok. Guntur-BBC

Bantenblitz.Com – Banten masih jauh untuk mencapai wajib belajar 12 tahun yang dicanangkan oleh pemerintah.

Di Banten, angka putus sekolah masih terbilang tinggi dan tentu ini harus jadi bahan evaluasi dan prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

Tema dan rencana strategis peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Provinsi Banten akan terwujud melalui kebijakan sekolah gratis. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusuma di acara Kuliah Dhuha Ramadhan 1446 H yang bertempat di Mesjid Bilal Perguruan Muhammadiyah Kota Serang Pada Minggu, 9 Maret 2025.

Dimyati mengatakan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajardikdas) 9 tahun di Provinsi Banten sukses, hampir mencapai 99 persen atau hanya 1 persen yang tidak selesai.

Lebih lanjut, Dimyati menemukan sebanyak 40 persen kasus anak lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau setingkat yang tidak melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau setingkat.

Sementara, dari 60 persen anak yang melanjutkan ke jenjang SMA atau setingkat, hanya 20 persen lulusannya yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Dengan kondisi ini, bagaimana kita akan maju?” ungkap Dimyati.

Menurutnya, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama termasuk pemerintah, karena pendidikan adalah hak anak anak.

Saat ini di Pemprov Banten sudah dialokasikan anggaran Rp140 miliar untuk Program Sekolah Gratis. Ditujukan kepada semua sekolah tingkat SMA/SMK,SKh, dan Madrasah Aliyah di Provinsi Banten.

“Ini investasi untuk masyarakat Banten. Pelaksanaannya pada Tahun Ajaran Baru 2025/2026. Mudah mudahan ini didukung oleh semua pihak.” pungkas Dimyati. (Red/Guntur)

Berita Terkait

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW
20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam
Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai
Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita
Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang
Walikota Serang Budi Rustandi Ajak PDIP Bersinergi Kawal Pembangunan Daerah
Wali Kota Serang Apresiasi Dukungan Buruh Genjot Investasi Padat Karya
Target Efisiensi 2027, Pemkot Serang Berupaya Turunkan Belanja Pegawai dari 40 ke 30 Persen

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:33

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW

Rabu, 15 April 2026 - 10:18

20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam

Rabu, 15 April 2026 - 10:07

Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai

Selasa, 14 April 2026 - 14:28

Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita

Selasa, 14 April 2026 - 09:37

Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang

Berita Terbaru