Pasca Temuan Cincau Berformalin, Diskoumperindag Kabupaten Serang Siap Lakukan Pembinaan

Kamis, 27 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang Adang Rahmat saat diwawancarai wartawan di pabrik pembuatan cincau dan agar-agar berformalin l Dok. Dwi-MY

Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang Adang Rahmat saat diwawancarai wartawan di pabrik pembuatan cincau dan agar-agar berformalin l Dok. Dwi-MY

BantenBlitz.Com – Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang berkomitmen untuk melakukan pembinaan terhadap para pengusaha di sektor pengolahan makanan.

Langkah tersebut diambil setelah Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Serang menemukan pabrik pengolahan makanan yang mengandung formalin di Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang.

Temuan tersebut cukup mengejutkan, di mana BBPOM berhasil menyita dan memusnahkan sebanyak 12,9 ton makanan jenis agar-agar dan cincau hitam yang terkontaminasi.

Hal ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat dan pemerintah setempat mengenai keamanan pangan yang beredar di pasaran.

Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang Adang Rahmat menanggapi serius temuan tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pembinaan kepada para pengusaha, khususnya yang bergerak di bidang pengolahan makanan.

“Jadi setelah ada temuan ini, kita nanti ada pembinaan untuk para pengusaha,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di pabrik pembuatan cincau dan agar-agar berformalin, Rabu, 26 Maret 2025.

Lebih lanjut, kata dia, pembinaan yang akan dilakukan oleh Diskoumperindag diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pengusaha mengenai pentingnya mematuhi standar keamanan pangan.

Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang. Dengan adanya pembinaan, diharapkan para pengusaha dapat lebih memahami regulasi yang berlaku dan menerapkan praktik pengolahan makanan yang aman dan sehat.

“Pengawasan kita mah harus ada pembinaan khusus, jadi mereka datang kepada kita lalu memberikan rekomendasi, setelah itu kita buatkan izin,” katanya.

Kepedulian pemerintah daerah terhadap isu keamanan pangan ini sangat penting, mengingat makanan yang tidak aman dapat membahayakan kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, Diskoumperindag dan pihak-pihak terkait termasuk BBPOM diharapkan dapat melakukan pembinaan terhadap pengusaha makanan agar kasus makanan yang mengandung bahan berhaya tidak terulang Kembali di Kabupaten Serang.

“(Pabrik pembuatan cincau dan agar-agar berformalin) Ini belum ada (Nomor Induk Berusaha), belum pernah ke kita (Diskoumperindag). Padahal, para pengusaha yang menjual makanan harus memiliki izin usaha,” kata Adang.

Untuk itu, pembinaan yang dilakukan seharusnya tidak hanya akan memberikan pengetahuan kepada para pengusaha, tetapi juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal.

“Kalau ada izin atau laporan kepada kita, berarti kan ada pengawasan khusus ke kita baik dari kesehatan maupun BPOM,” pungkasnya. (Red/Dwi)

Berita Terkait

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW
20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam
Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai
Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita
Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang
Walikota Serang Budi Rustandi Ajak PDIP Bersinergi Kawal Pembangunan Daerah
Wali Kota Serang Apresiasi Dukungan Buruh Genjot Investasi Padat Karya
Target Efisiensi 2027, Pemkot Serang Berupaya Turunkan Belanja Pegawai dari 40 ke 30 Persen

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:33

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW

Rabu, 15 April 2026 - 10:18

20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam

Rabu, 15 April 2026 - 10:07

Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai

Selasa, 14 April 2026 - 14:28

Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita

Selasa, 14 April 2026 - 09:37

Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang

Berita Terbaru