Sebanyak 7.579 unit Rumah Tidak Layak Huni, DPRKP Kabupaten Serang Ungkap Strategi Pemkab Serang Turunkan Jumlah RTLH

Senin, 19 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Perumahan DPRKP Deni Hartono saat ditemui di ruang kerjanya l Dok. DWi MY-BNC

Kepala Bidang Perumahan DPRKP Deni Hartono saat ditemui di ruang kerjanya l Dok. DWi MY-BNC

BantenBlitz.Com – Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) mencatat adanya penurunan jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) yang signifikan tahun ini.

Data terbaru menyebutkan bahwa ada sebanyak 7.579 unit RTLH, turun dari angka 8.196 pada tahun sebelumnya. Penurunan tersebut menunjukkan keberhasilan berbagai program dan upaya kolaboratif dalam meningkatkan kualitas perumahan warga.

Dalam rangka mendukung upaya ini, DPRKP Kabupaten Serang menganggarkan Rp5 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunan RTLH tahun ini.

Kepala Bidang Perumahan DPRKP Deni Hartono menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan verifikasi terhadap 200 calon penerima bantuan.

“Saat ini DPRKP masih melakukan proses verifikasi untuk 200 penerima bantuan perbaikan RTLH tahun 2025,” ujarnya di ruang kerjanya, Senin, 19 Mei 2025.

Deni menambahkan bahwa proses verifikasi sudah mencapai 90 persen. Ia menjelaskan bahwa meskipun banyak usulan yang masuk terkait permintaan peningkatan rumah, program DPRKP difokuskan pada pembangunan rumah baru.

“Untuk yang 200 unit ini khusus untuk pembangunan. Jadi dari rumah yang tidak layak huni kita robohkan dan dibangun baru. Anggaran setiap unit sebesar Rp25 juta,” katanya.

Selain itu, dari total 8.196 RTLH yang memiliki Surat Keputusan (SK) Bupati Serang, sebanyak 617 unit telah berhasil dibangun melalui berbagai program bantuan, meninggalkan sisa sekitar 7.579 unit yang masih dalam proses penanganan.

Program penanganan RTLH ini tidak hanya melibatkan DPRKP, tetapi juga berbagai pihak lain seperti Baznas, Bank Jabar Banten (BJB), pemerintah provinsi, dan sumber dana dari APBN.

Bahkan, ada juga inisiatif dari swasta melalui CSR yang berasal dari Indah kiat dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) di wilayah Kabupaten Serang, yang turut mempercepat realisasi program.

Deni menegaskan bahwa target tahun ini adalah mencapai 1.000 unit rumah baru yang dibangun dari dana stimulan, dan semua kegiatan dilakukan berdasarkan data yang sama agar tidak terjadi tumpang tindih program.

“Dipastikan tidak ada program RTLH yang tumpang tindih karena semua stakeholders menggunakan data yang kami berikan,” pungkasnya. (Red. Dwi)

Berita Terkait

Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak
Disparbud Pandeglang Sabet Penghargaan dan Pengakuan Intelektual dari Kemenkumham
Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga
DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir
Pemkot Tangsel Gelar Sertifikasi K3 untuk Aparatur Kelurahan dan Kecamatan
Benyamin Sebut Kolaborasi dan Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci Tangsel Capai Nol Kematian DBD
Peringati Tahun Baru Islam, BenyaminTekankan Pentingnya Kualitas Sumber Daya Manusia
DPRD Kabupaten Serang Tetapkan Perda Ekonomi Kreatif dan Pembangunan Permukiman

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:03

Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak

Senin, 29 Juni 2026 - 09:21

Disparbud Pandeglang Sabet Penghargaan dan Pengakuan Intelektual dari Kemenkumham

Senin, 29 Juni 2026 - 06:49

Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:55

DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:40

Pemkot Tangsel Gelar Sertifikasi K3 untuk Aparatur Kelurahan dan Kecamatan

Berita Terbaru