Tinjau Lokasi Banjir di Puloampel, Bupati Serang Komitmen Cari Solusi Terbaik

Rabu, 18 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menunjau lokasi banjir di Kampung Mekarsari, Desa Margasari, Kecamatan Puloampel l Dok. Istimewa

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menunjau lokasi banjir di Kampung Mekarsari, Desa Margasari, Kecamatan Puloampel l Dok. Istimewa

BantenBlitz.com – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir di Kampung Mekarsari, Desa Margasari, Kecamatan Puloampel, pada Rabu pagi, 18 Juni 2025.

Banjir yang melanda wilayah ini disebabkan oleh tingginya curah hujan yang mulai mengguyur sejak Selasa malam, 17 Juni, dan berlangsung hingga dini hari.

Dalam kunjungannya, Zakiyah tiba sekira pukul 09.20 WIB dan langsung berbincang dengan tokoh masyarakat Desa Margasari, Sanwani.

Zakiyah didampingi oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Plt Kepala BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Yadi Priadi Rochdian, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Okeu Oktaviana, serta Kepala Dinas Kesehatan Rahmat Fitriadi.

Zakiyah melakukan peninjauan untuk memastikan kondisi warga dan aktivitas mereka tidak terganggu oleh banjir. Ia juga menyempatkan diri masuk ke kediaman warga untuk memastikan keselamatan dan kondisi mereka.

Tidak hanya di permukiman, ia juga meninjau situasi di SMKN 1 Puloampel, yang mengalami banjir dengan kedalaman mencapai sepinggang orang dewasa. Pada pagi hari, banjir mulai surut dan kondisi di lapangan menunjukkan tanda-tanda membaik.

Zakiyah menyebutkan bahwa banjir terjadi akibat tingginya curah hujan serta buruknya kondisi drainase di wilayah tersebut.

Ia mengungkapkan, ada dua titik di Kecamatan Puloampel yang paling terdampak, yaitu di Kampung Mekarsari dan Desa Banyuwangi, dengan kondisi terparah di kawasan Kampung Mekarsari yang airnya mencapai 50-60 sentimeter di dalam rumah warga.

“Kami sudah berkunjung ke lokasi banjir di Kampung Mekarsari, Desa Margasari dan terlihat ternyata memang tinggi air hingga masuk ke dalam rumah warga itu kurang lebih sekitar 50-60 sentimeter,” ujarnya.

Ia berkomitmen mencari solusi terbaik agar insiden banjir ini tidak terulang kembali. Ia juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten, mengingat ada kewenangan yang berada di luar lingkup pemerintah kabupaten.

Selain itu, Zakiyah mengajak masyarakat di kawasan terdampak agar lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Ia menegaskan pentingnya gerakan “gerebek sampah” untuk menjaga desa tetap bersih dan bebas dari sampah yang dapat memperparah masalah banjir.

“Kondisi drainase kecil, kemudian membuang sampah sembarangan maka itu tentu pasti akan banjir lagi kalau kita tidak menjaga lingkungan. Ayo gerakan gerebek sampah agar desa menjadi bebas sampah,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat menyatakan bahwa banjir di Kecamatan Puloampel, khususnya di Desa Margasari dan Banyuwangi, disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi dan drainase yang sempit serta jebolnya tanggul.

Ia menambahkan, kondisi drainase yang tidak memadai menyebabkan air meluap ke permukiman warga dan menimbulkan banjir yang cukup parah.

“Intensitas sedang hingga lebat dan disebabkan oleh jebolnya tanggul dengan kondisi drainase yang sempit, sehingga air meluap ke pemukiman warga,” ujarnya. (Red/Dwi)

Berita Terkait

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI
Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC
Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD
1.300 Peserta Hadiri Halalbihalal Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta
Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader
Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir
Wabup Serang Ancam Tutup SPPG Tak Bersertifikat, Target 100 Persen pada 2026
BGN Skors 20 SPPG di Banten, Mayoritas Berada di Pandeglang dan Lebak

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:00

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI

Kamis, 30 April 2026 - 15:29

Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC

Rabu, 29 April 2026 - 16:26

Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD

Sabtu, 25 April 2026 - 16:28

Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader

Sabtu, 25 April 2026 - 16:16

Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir

Berita Terbaru