30 Tahun Lebih Terabaikan, Warga Kelurahan Cilaja Gotong Royong Perbaiki Jalan

Senin, 21 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret masyarakat Kampung Sarkawana, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, saat gotong royong pembangunan jalan pada Senin, 21 Juli 2025. | Dok.Difeni -BBC

Potret masyarakat Kampung Sarkawana, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, saat gotong royong pembangunan jalan pada Senin, 21 Juli 2025. | Dok.Difeni -BBC

BantenBlitz.com – Bosan menunggu pembangunan jalan di wilayahnya, warga tiga kampung di Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, yakni Kampung Sarkawana, Pasir Bunut, dan Kiara Payung, secara bergotong royong melakukan perbaikan jalan.

Langkah ini diambil karena warga sudah lelah menunggu lebih dari 30 tahun belum ada perbaikan dari pemerintah daerah.

Meskipun tidak jauh dari pusat pemerintahan yang hanya sekitar 2 kilometer, jalan di tiga kampung ini tidak mendapatkan perhatian sehingga kondisinya sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak.

Jalan berlubang, berbatu, serta memiliki kontur menurun dan menanjak berpotensi membahayakan keselamatan pengendara, terutama saat hujan ketika tanah menjadi licin.

Apen, ketua RT Kampung Sarkawana, menyampaikan kekecewaan dan kekesalannya atas kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi jalan itu.

“Kami sangat kecewa. Selama lebih dari 30 tahun, pemerintah daerah tidak pernah melakukan perbaikan jalan ini,” ujarnya kepada wartawan, Senin, 21 Juli 2025

Ia menjelaskan bahwa dana perbaikan jalan ini bersumber dari swadaya masyarakat, dengan kontribusi bervariasi mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000 per orang. Selain itu, bantuan juga datang dari seorang pengusaha budidaya ikan nila yang menyumbang 100 sak semen.

“Ini murni hasil swadaya warga. Ada yang menyumbang sepuluh ribu, ada juga dua puluh ribu rupiah. Seorang pengusaha budidaya ikan nila membantu dengan memberikan 100 sak semen,” jelasnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki jalan utama dari Gunung Karang menuju Pasar Pandeglang yang menjadi akses vital bagi warga.

“Kami sudah berusaha memperbaiki jalan seadanya, tapi pondasi yang kami buat tentu tidak akan bertahan lama. Pemerintah harus serius memperhatikan dan memperbaiki jalan kami demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” pungkas Apen. (Red/Difeni)

Berita Terkait

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI
Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC
Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD
1.300 Peserta Hadiri Halalbihalal Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta
Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader
Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir
Wabup Serang Ancam Tutup SPPG Tak Bersertifikat, Target 100 Persen pada 2026
BGN Skors 20 SPPG di Banten, Mayoritas Berada di Pandeglang dan Lebak

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:00

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI

Kamis, 30 April 2026 - 15:29

Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC

Rabu, 29 April 2026 - 16:26

Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD

Sabtu, 25 April 2026 - 16:28

Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader

Sabtu, 25 April 2026 - 16:16

Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir

Berita Terbaru