Masyarakat Tolak Rencana Pengembangan Wisata Gunung Karang, Ini Kata Wakil Bupati Pandeglang

Senin, 28 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potongan vidio viral di media sosial terkait penolakan objek wisata di Gunung Karang | Doc.istimewa

Potongan vidio viral di media sosial terkait penolakan objek wisata di Gunung Karang | Doc.istimewa

BantenBlitz.com – Sebuah video yang beredar luas di media sosial menampilkan pernyataan sikap masyarakat wilayah Gunung Karang yang menolak keras rencana pengembangan Gunung Karang sebagai area wisata, terutama untuk kegiatan camping, tracking, dan sejenisnya. Penolakan ini disampaikan secara resmi dalam forum silaturahmi Musyawarah Warga Gunung Karang yang digelar pada Minggu, 27 Juli 2025.

“Kami atas nama masyarakat wilayah Gunung Karang menolak dengan keras Gunung Karang untuk dijadikan tempat wisata dengan alasan apapun terutama dijadikan tempat wisata camping, tracking dan lain-lainnya. Itu pernyataan sikap kami yang disepakati hari ini, Minggu, 27 Juli 2025.” Ucap salah satu warga yang memimpin untuk membacakan surat putusan tersebut.

Menanggapi adanya penolakan ini, Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriyadi menegaskan bahwa kewenangan pengelolaan Gunung Karang berada di bawah Kementerian Kehutanan dan perlunya konfirmasi resmi kepada pihak kehutanan untuk sosialisasi terkait rencana pengembangan wisata tersebut.

“Gunung Karang itukan kewenangannya Kementerian Kehutanan, jadi silahkan konfirmasi tanya-tanya kepada pihak kehutanan untuk bisa mensosialisasikan ini kepada masyarakat di sekitar Gunung Karang, berikan edukasi dampak positif dan negatifnya seperti apa,” ucapnya pada wartawan di kantornya pada Senin, 28 Juli 2025.

Iing menambahkan bahwa pihaknya harus mengkaji secara menyeluruh alasan di balik penolakan tersebut.

“Saya harus mengkaji dulu secara utuh, bukan hanya sebatas mendengar statement penolakan, kan harus tahu dasar penolakannya apa, apakah mencemari ke aspek lingkungan di sana atau ada kearifan lokal di sana yang tercemar. Itu harus dikaji,” jelasnya.

Meskipun begitu, Wakil Bupati menegaskan dukungannya terhadap pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Pandeglang demi meningkatkan perekonomian masyarakat lokal dan pendapatan asli daerah.

“Yang jelas pariwisata di Kabupaten Pandeglang ini harus kita dukung bersama-sama semata-mata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Pandeglang,” katanya.

Namun, menurutnya, pengembangan wisata juga harus memperhatikan budaya setempat agar tidak menggangu kearifan lokal.

“Yang paling penting, pariwisata ini tidak mengganggu kearifan lokal. Karena ini harus disesuaikan dengan kultur dan budaya di masing-masing tempat wisata salah satunya Gunung Karang,” pungkasnya.

Hingga saat ini, pemerintah daerah masih menunggu arahan dari Kementerian Kehutanan dan melakukan kajian lebih lanjut terkait penolakan masyarakat sebelum melanjutkan rencana pengembangan wisata di Gunung Karang.(Red/Difeni)

Berita Terkait

Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak
Disparbud Pandeglang Sabet Penghargaan dan Pengakuan Intelektual dari Kemenkumham
Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga
DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir
Pemkot Tangsel Gelar Sertifikasi K3 untuk Aparatur Kelurahan dan Kecamatan
Benyamin Sebut Kolaborasi dan Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci Tangsel Capai Nol Kematian DBD
Peringati Tahun Baru Islam, BenyaminTekankan Pentingnya Kualitas Sumber Daya Manusia
DPRD Kabupaten Serang Tetapkan Perda Ekonomi Kreatif dan Pembangunan Permukiman

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:03

Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak

Senin, 29 Juni 2026 - 09:21

Disparbud Pandeglang Sabet Penghargaan dan Pengakuan Intelektual dari Kemenkumham

Senin, 29 Juni 2026 - 06:49

Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:55

DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:40

Pemkot Tangsel Gelar Sertifikasi K3 untuk Aparatur Kelurahan dan Kecamatan

Berita Terbaru