Dinkes Pandeglang Himbau Masyarakat Cegah Cacingan Akut pada Anak Usia Dini

Jumat, 22 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

| Dok. Difeni

| Dok. Difeni

Bantenblitz.com – Belakangan ini, perhatian masyarakat luas tertuju pada kisah memilukan seorang balita yang menderita cacingan akut. Kasus semacam ini menimbulkan keprihatinan, terutama bagi anak-anak usia 1 hingga 12 tahun yang merupakan kelompok rentan terhadap penyakit cacingan. Kondisi ini bukan hanya mengganggu kesehatan fisik anak-anak, tetapi juga berpotensi memengaruhi tumbuh kembang mereka secara keseluruhan.

Melihat keadaan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang mengeluarkan himbauan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kasus serupa di wilayah Pandeglang. Upaya pencegahan ini menjadi sangat penting mengingat dampak negatif cacingan yang dapat menyebabkan malnutrisi, anemia, hingga gangguan pertumbuhan atau stunting pada anak-anak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang, Dian Handayani, menyampaikan bahwa hingga saat ini Kabupaten Pandeglang belum ditemukan kasus cacingan akut. Meskipun demikian, kewaspadaan dan antisipasi tetap harus dilakukan secara konsisten agar kondisi ini tidak sampai terjadi.

Menurut Dian, Dinas Kesehatan telah menjalankan program pemberian obat cacing secara rutin kepada anak-anak dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Februari dan Agustus. Program ini merupakan salah satu langkah intervensi penting yang diharapkan dapat meningkatkan kesehatan anak dan membantu menurunkan risiko stunting yang selama ini menjadi perhatian pemerintah.

“Saat program pemberian obat cacing massal digelar setiap Februari dan Agustus, kami berharap masyarakat bisa mengoptimalkan kesempatan ini. Tidak perlu takut akan efek samping obat cacing karena obat yang diberikan sudah terjamin keamanannya dan bermanfaat besar untuk menjaga kesehatan anak-anak kita,” ungkap Dian saat ditemui wartawan di kantor Dinkes pada Jumat, 22 Agustus 2025.

Pemberian obat cacing yang hanya dilakukan sekali setiap enam bulan ini, menurutnya, sudah cukup efektif untuk mencegah infeksi cacing yang dapat membahayakan kesehatan anak. Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya intervensi spesifik yang mendukung upaya pencegahan stunting, yang selama ini menjadi fokus pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia.

Dian juga menjelaskan bahwa selain pemberian obat cacing, penyuluhan mengenai pola hidup bersih dan sehat dilakukan secara simultan melalui posyandu dan sekolah-sekolah. Setiap kali pelaksanaan program, dilakukan pula pemeriksaan menyeluruh mulai dari kepala hingga kaki, termasuk pemeriksaan kebersihan kuku yang merupakan salah satu indikator penting dalam pencegahan infeksi cacing.

“Partisipasi masyarakat dalam program ini sangat tinggi, bahkan hampir mencapai 100 persen setiap tahun. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat semakin sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan anak sebagai investasi masa depan,” jelasnya dengan nada optimis.

Ia pun mengingatkan, khususnya bagi pekerja yang kegiatannya banyak bersentuhan langsung dengan tanah, untuk selalu menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan secara rutin, memotong kuku agar tetap pendek dan bersih, serta menggunakan alas kaki dan sarung tangan saat bekerja di lingkungan yang berisiko.

“Menjaga kebersihan tubuh, terutama kebersihan kuku serta membiasakan mencuci tangan sebelum makan, adalah langkah sederhana namun sangat krusial dalam mencegah infeksi cacing dan penyakit lainnya. Penggunaan alas kaki dan sarung tangan saat bekerja dengan tanah juga harus selalu dipatuhi untuk melindungi diri dari kontak dengan telur cacing yang mungkin ada,” tambahnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang sangat mengharapkan kerja sama aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam mendukung program pencegahan ini. Langkah bersama yang berkesinambungan antara pemerintah dan masyarakat akan menentukan keberhasilan menjaga kesehatan generasi muda dan menjauhkan mereka dari ancaman cacingan akut dan gangguan kesehatan lainnya.

Dengan mengedepankan edukasi, pemberian obat cacing massal, serta perubahan pola hidup sehat dan bersih, diharapkan Kabupaten Pandeglang dapat menjadi wilayah yang bebas dari cacingan akut dan anak-anaknya tumbuh sehat serta unggul. (Red/Difeni)

Berita Terkait

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI
Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC
Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD
1.300 Peserta Hadiri Halalbihalal Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta
Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader
Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir
Wabup Serang Ancam Tutup SPPG Tak Bersertifikat, Target 100 Persen pada 2026
BGN Skors 20 SPPG di Banten, Mayoritas Berada di Pandeglang dan Lebak

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:00

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI

Kamis, 30 April 2026 - 15:29

Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC

Rabu, 29 April 2026 - 16:26

Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD

Sabtu, 25 April 2026 - 16:28

Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader

Sabtu, 25 April 2026 - 16:16

Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir

Berita Terbaru