Ribuan Santri Padati Alun-Alun Pandeglang, Puncak Hari Santri Nasional ke-X Berlangsung Khidmat

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

| Dok. Guntur-BBC

| Dok. Guntur-BBC

BantenBlitz.com – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Pandeglang memadati Alun-alun Pandeglang untuk mengikuti upacara puncak peringatan Hari Santri Nasional ke-X, Rabu, 22 Oktober 2025. Upacara berlangsung khidmat dengan kehadiran Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusuma, Bupati Pandeglang Dewi Setiani, serta jajaran Forkopimda dan Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang.

Dalam sambutannya Dimyati mengungkapkan bahwa santri itu memiliki mental lebih kuat, dan terbiasa hidup mandiri serta menekankan bahwa santri harus berakhlak, berbudaya dan mencintai bangsa dan negara. Selain itu, santri sudah sewajibnya hormat kepada guru, kyai.

Hal senada diungkapkan oleh Bupati Pandeglang, Dewi Setiani yang dalam sambutannya mengapresiasi peran penting para santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Ia juga menyampaikan bahwa Hari Santri bukan hanya peringatan seremonial, tetapi momentum untuk memperkuat kontribusi santri terhadap pembangunan daerah

Sementara Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha (TU) Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang, Jamaludin menyampaikan apresiasi terhadap panitia pelaksana atas terselenggaranya rangkaian peringatan Hari Santri di Kabupaten Pandeglang.

“Pertama saya sampaikan apresiasi kepada panitia, yang dari awal sudah bekerja keras menyelenggarakan rangkaian hari santri hingga puncaknya hari yaitu upacara,” Ungkapnya di sela upacara Rabu, 22 Oktober 2025.

Ketika ditanya kesulitan Pondok Pesantren yang tercatat di database Kemenag yang mencapai 1500 Ponpes, dia mengungkapkan bahwa dalam pembelajaran tidak ada kesulitan karena guru atau kyai memiliki strategi masing-masing dalam mengajarkan nilai keislaman kepada para santri.

“Saya rasa, dalam pembelajaran dengan strategi dan cara masing-masing setiap guru dan kyai dalam memberikan pelajaran kepada santri.” Jelasnya.

“Tapi dalam infrastruktur, apakah Ponpes masih berbentuk kobong, atau kekurangan sarana MCK, saya rasa itu pun tidak akan menyulitkan para santri, karena pada dasarnya santri sudah terbiasa hidup mandiri,” Tandasnya. (Red/Guntur)

Berita Terkait

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI
Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC
Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD
1.300 Peserta Hadiri Halalbihalal Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta
Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader
Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir
Wabup Serang Ancam Tutup SPPG Tak Bersertifikat, Target 100 Persen pada 2026
BGN Skors 20 SPPG di Banten, Mayoritas Berada di Pandeglang dan Lebak

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:00

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI

Kamis, 30 April 2026 - 15:29

Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC

Rabu, 29 April 2026 - 16:26

Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD

Sabtu, 25 April 2026 - 16:28

Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader

Sabtu, 25 April 2026 - 16:16

Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir

Berita Terbaru