Bantenblitz.com – Lebih dari satu dekade hidup di rumah tak layak huni, sebuah keluarga kecil di Kampung Kurung Kambing terus bergulat dengan kondisi tempat tinggal yang kian memprihatinkan, terutama saat musim hujan tiba. Edhi, kepala keluarga dengan pekerjaan yang tidak menentu, mengaku dinding rumahnya kerap rembes dan atapnya sering bocor hingga diterpa angin kencang, meski berbagai pengajuan bantuan telah ia lakukan dan baru sekali mendapatkannya sekitar 10 tahun lalu.
“ini kan musim hujan ya, kadang klo besar hujan nya suka bocor, apalagi kalo hujan angin suka pada masuk gitu air hujan nya kebawa angin, genteng nya juga kadang ketiup angin,” ujarnya saat ditemui di rumahnya pada Kamis, 6 November 2025.
Edhi mengatakan berbagai macam bantuan serta pengajuan sudah ia upayakan tetapi baru satu kali yang diterimanya saat 10 tahun lalu.
“Pernah 10 tahun yang lalu, sama pak lurah,” katanya.
Edhi berharap, rumah yang menjadi tempat singgah dan berkumpul bersama anak anak nya menjadi tempat yang aman, nyaman sehingga menciptakan keadaan yang tenang tanpa khawatir adanya bocor dan peristiwa yang tidak diinginkan.
“Maunya sih biar gak bocor ini rumah, nyaman, rapih jadi biar tenang gak ribut bocor lagi.” Pungkasnya. (Red/Difeni)












