Proyek PSEL Masuki Tahap Penentuan Lokasi, TPSA Cilowong Jadi Kandidat Utama

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Serang Najib Hamas bersama Bupati Ratu Rachmatuzakiyah saat diwawancarai wartawan l Dok. Dwi MY-BNC

Wakil Bupati Serang Najib Hamas bersama Bupati Ratu Rachmatuzakiyah saat diwawancarai wartawan l Dok. Dwi MY-BNC

Bantenblitz.com – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang melibatkan Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Cilegon kini memasuki tahap penentuan lokasi strategis, dengan TPSA Cilowong menjadi salah satu kandidat utama. Di tengah santernya isu bahwa Kabupaten Serang batal menjadi lokasi PSEL, Wakil Bupati Serang Najib Hamas menegaskan bahwa proyek tersebut bukan dibatalkan, melainkan hanya mengalami penundaan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Serang menyatakan kesiapan mereka untuk menjadi pusat pengembangan PSEL yang memiliki potensi besar dalam mengelola sampah dan mendukung keberlanjutan energi.

Wakil Bupati Serang Najib Hamas menjelaskan perkembangan terbaru mengenai proyek ini.

“Terkait kabar bahwa Kabupaten Serang batal menjadi lokasi PSEL, itu tidak benar. Bukan batal, melainkan tertunda. Jadi kita harus memberikan kalimat-kalimat yang aura positif,” tegas Najib Hamas kepada wartawan usai peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-61 di Tennis Indoor, Pemkab Serang, Selasa, 18 November 2025.

Ia mengaku belum mengetahui secara resmi terkait penetapan lokasi PSEL berdasarkan hasil penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH).

“Kalau secara formal, saya belum baca suratnya, belum baca WA-nya, tapi informasinya tim dari LH yang survei sini cenderung lokasi di Kota Serang,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa dukungan terhadap PSEL tetap tinggi karena proyek ini akan menjadi solusi regional yang melayani Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon, yang membutuhkan sekitar seribu ton sampah per hari.

Selain itu, kata Najib, pemilihan lokasi di Kota Serang didasarkan pada beberapa pertimbangan utama, salah satunya jarak tempuh dari berbagai titik pengumpulan sampah seperti Kopo, Jawilan, dan Cikande yang relatif jauh jika harus dikirim ke daerah lain seperti Kosambi Ronyok atau Mancak.

Selain itu, ketersediaan lahan dan stok sampah yang cukup menjadi faktor penentu.

“Di Cilowong ada, dan kalau misalkan kurang, maka sampah-sampah yang menggunung, itu bisa ditarik menjadi backup,” ujarnya.

Terkait kekhawatiran warga jika Kabupaten Serang mengirim sampah ke Kota Serang, Najib menegaskan bahwa hal tersebut sudah diatur melalui MoU yang akan dibuat bersama pihak terkait.

“Itu sudah urusan-urusan Pak Prabowo. Jadi kita Kabupaten Serang, Kota Cilegon, dan Kota Serang mengirim sampah dari tempat asal masing-masing sesuai nanti dengan MOU,” katanya.

Mengenai keberlanjutan pengelolaan sampah di Kabupaten Serang, Najib menegaskan bahwa kajian terkait pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan dilakukan setelah kebijakan dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) ditetapkan.

“Salah satunya adalah yang akan kita masifkan adalah pembentukan bank sampah. Karena bank sampah itu bukan sekadar membuang sampah atau mengurai, tetapi di situ ada aspek pemberdayaan,” jelas Najib.

Ia juga menegaskan bahwa PSEL merupakan bagian dari program yang bertujuan mengurai sampah dan meningkatkan edukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah.

“Jadi ibu-ibu kumpul setiap hari menimbang sampah, ada pembinaan. Nanti pun muncul bentuk UMKM baru,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, salah satunya penggunaan bungkus kopi saset yang bisa diolah menjadi kerajinan tangan.

Terkait produksi sampah di Kabupaten Serang, ia mengatakan, saat ini mendekati kuota harian yang ditargetkan, sekitar 800-an ton, belum termasuk sampah industri dan sampah dari sumber lain seperti SPPG.

“Minimal kan 1.000 yang diproses nanti ada backup-nya minimal 500 ton,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan ini membutuhkan manajemen yang baik agar sesuai dengan regulasi dan MoU yang sudah disusun.

Najib juga menegaskan bahwa tidak ada kekhawatiran jika seluruh sampah dari Kabupaten Serang tidak terkelola di Kota Serang.

“Ya kita optimis ya, kalau memang itu sudah ditetapkan oleh kementerian dengan pertimbangan Pak Gubernur juga.“Kita tinggal fokusnya adalah mengirim sampah, mengirim bahan baku,” pungkasnya. (Red/Dwi)

Berita Terkait

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI
Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC
Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD
1.300 Peserta Hadiri Halalbihalal Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta
Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader
Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir
Wabup Serang Ancam Tutup SPPG Tak Bersertifikat, Target 100 Persen pada 2026
BGN Skors 20 SPPG di Banten, Mayoritas Berada di Pandeglang dan Lebak

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:00

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI

Kamis, 30 April 2026 - 15:29

Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC

Rabu, 29 April 2026 - 16:26

Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD

Sabtu, 25 April 2026 - 16:28

Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader

Sabtu, 25 April 2026 - 16:16

Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir

Berita Terbaru