Banjir Tinggalkan Sampah, Gen Z Tangerang Bergerak Lawan Krisis Iklim

Minggu, 1 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

saat kegiatan terakhir komunitas Greenfinity, pada Minggu, 1 February 2026. | Dok. Difeni - BNC

saat kegiatan terakhir komunitas Greenfinity, pada Minggu, 1 February 2026. | Dok. Difeni - BNC

Bantenblitz.com – Banjir yang melanda sejumlah titik di Kota Tangerang pada Minggu lalu tak hanya menyisakan genangan, tetapi juga tumpukan sampah yang memperparah krisis iklim. Di tengah kondisi itu, sekelompok Gen Z berusia 12–18 tahun justru bergerak cepat. Melalui komunitas Greenfinity, mereka memimpin gerakan Zero Waste Mission” sebagai respons nyata terhadap dampak perubahan iklim, khususnya persoalan banjir dan limbah rumah tangga yang menjadi penyumbang utama pencemaran lingkungan.

Sejak 2024, tim ini sukses pilah sampah anorganik sebanyak 3.687 kg, melonjak menjadi 4.315 kg hingga akhir 2025 semua dicegah menumpuk di TPA Rawa Kucing. Kolaborasi solid dengan Bank Sampah “Koalisi Peduli Sampah”, KWT Jagadhita, serta Karang Taruna RW 08 Periuk, integrasikan olah sampah organik jadi kompos via maggot, bank sampah digital, dan pertanian urban di lahan sempit Taman Aster RT 07 RW 08, Kelurahan Gebang Raya.

Greenfinity singkatan green(peduli lingkungan) dan infinity (keberlanjutan abadi) kembangkan tanam cabai, tomat, terong, pokcoy, kangkung, kacang panjang, lengkap dengan rumah maggot yang ubah limbah rumah tangga penyumbang gas metana jadi pupuk organik untuk bedengan fasilitas umum.

Gen Z Jadi Garda Terdepan

Tak seperti program lingkungan konvensional, Greenfinity angkat Gen Z sebagai relawan inti. Mereka ikuti pelatihan intensif 31 Januari–1 Februari 2026 di Posyandu Mawar Jingga, RW 08 Kecamatan Periuk, Kelurahan Gebang Raya. Fokus: komposter maggot, bank sampah digital, urban farming di lahan terbatas, plus skill komunikasi untuk bantu warga.

Peserta pelatihan, Filbert Aisy Nuri, menegaskan “Peduli iklim bukan teori sekolah belaka, sampah hari ini bisa jadi pangan esok lewat urban farming,” tegasnya.

Kini, program bergulir kolaboratif lintas generasi: warga suplai lahan dan logistik, remaja dorong pengolahan sampah.

Ketua Greenfinity Rahmat Hidayat juga menekankan, “Ini investasi jangka panjang untuk bangun gaya hidup zero waste, kurangi beban TPA, tambah ruang hijau penyerap karbon. Target utama: bukan cuma lingkungan bersih, tapi ubah pola pikir masyarakat guna pulihkan bumi dari krisis iklim.” pungkasnya. (Red/Difeni)

Berita Terkait

Dari BMX ke Literasi, Heru Anwari Luncurkan Buku Esai “Suara dari Alaska”
Lebah Banten Gelar Kaderisasi Jelang Hari Sumpah Pemuda 2025
Meriahkan HUT RI ke-80, KEK Tanjung Lesung Gelar Karnaval Budaya Spektakuler
Refleksi 80 Tahun Kemerdekaan, Abah Elang: Indonesia Rumah Kita
Nobar Film ‘Gak Nyangka’ Karya Ibas, Rizki Gaungkan Semangat Ekonomi Kreatif
Kampung Lewipapan Pandeglang, Meriahkan Tahun Baru Islam 1447 H dengan Pawai Obor
Lantang Tabuhan Bedug Kampung Cipacung, Upaya Mempertahankan Titel Juara
Komunitas Sepeda Motor Listrik Indonesia Gelar Touring Kota Tangerang-Lebak

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 01:58

Dari BMX ke Literasi, Heru Anwari Luncurkan Buku Esai “Suara dari Alaska”

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:53

Banjir Tinggalkan Sampah, Gen Z Tangerang Bergerak Lawan Krisis Iklim

Senin, 20 Oktober 2025 - 18:00

Lebah Banten Gelar Kaderisasi Jelang Hari Sumpah Pemuda 2025

Selasa, 19 Agustus 2025 - 09:42

Meriahkan HUT RI ke-80, KEK Tanjung Lesung Gelar Karnaval Budaya Spektakuler

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 15:38

Refleksi 80 Tahun Kemerdekaan, Abah Elang: Indonesia Rumah Kita

Berita Terbaru