Pemkot Serang Tahun Ini Targetkan Kirim 100 Tenaga Kerja ke Jepang

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Walikota Serang, Nur Agis Aulia, saat menerima kunjungan dari LKP Kokusai Jinzay Support I Dok. Istimewa

Wakil Walikota Serang, Nur Agis Aulia, saat menerima kunjungan dari LKP Kokusai Jinzay Support I Dok. Istimewa

Bantenblitz.com – Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk memfasilitasi warga yang ingin berkarier di luar negeri, khususnya ke Jepang.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemkot Serang menargetkan pengiriman sedikitnya 100 tenaga kerja ke Negeri Sakura pada tahun ini.

“Insya Allah Pak Budi dan Pak Agis berkomitmen untuk memfasilitasi warga Kota Sarang untuk berkarir ke luar negeri, khususnya di Jepang,” ujar Agis usai menerima kunjungan dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kokusai Jinzay Support (KJS) di ruang kerjanya, Puspemkot Serang, Selasa, 3 Februari 2026.

‎Ia mengatakan, pihaknya menggandeng Kokusai Jinzay Support (KJS), sebagai lembaga pelatihan kerja untuk memfasilitasi warga Kota Serang yang ingin berkarir di Jepang.

‎”Alhamdulillah kita sudah ada mitra yang sudah berjalan hampir 4 tahun yaitu KJS,” ucap Agis.

‎Berdasarkan arahan Walikota Serang Budi Rustandi, Agis menargetkan pengiriman tenaga kerja ke Negeri Sakura minimal 100 peserta pada tahun ini.

‎”Jadi sesuai dengan arahan Pak Wali, kita akan konsentrasi di tahun ini dan targetnya minimal 100 orang yang akan kita fasilitasi ke Jepang,” katanya.

‎Sementara itu, Direktur LPK Kokusai Jinzay Support, Dita Widya Oktavia, menyampaikan bahwa lowongan pekerjaan yang banyak dibutuhkan di Jepang adalah sektor pertanian, caregiver (perawat lansia/ disabilitas), otomotif, dan ground handling di bandara.

‎Adapun persyaratan calon pekerja migran harus lulus sertifikat bahasa Jepang level empat, dan sertifikasi khusus specific skill worker.

‎”Misalnya mau bekerja di otomotif harus punya sertifikasi otomotifnya. Mau bekerja sebagai perawat lansia harus punya sertifikat perawat lansianya. Sertifikatnya dikeluarkan dari Japan Foundation,” ujar Dita.

‎Saat ini, lanjut dia, lokasi pelatihan calon pekerja migran masih terfokus di wilayah Tangerang Selatan. Namun, tahun ini pihaknya akan mengupayakan untuk buka pelatihan di Kota Serang.

‎Kerja sama antara KJS dengan Pemkot Serang sudah memasuki tahun keempat, dan telah memberangkatkan warga Kota Serang sekitar 40 sampai 50 orang ke Jepang.

‎”Kalau (gaji) pekerja migran itu sekitar Rp27 juta per bulan. Biasanya kalau magang itu gajinya bisa di bawah itu seperti di perkantoran, caregiver,” ungkap Dita. (Red/ Roy)

Berita Terkait

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW
20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam
Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai
Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita
Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang
Walikota Serang Budi Rustandi Ajak PDIP Bersinergi Kawal Pembangunan Daerah
Wali Kota Serang Apresiasi Dukungan Buruh Genjot Investasi Padat Karya
Target Efisiensi 2027, Pemkot Serang Berupaya Turunkan Belanja Pegawai dari 40 ke 30 Persen

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 10:33

Ahmad Yamin Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Serang Melalui Mekanisme PAW

Rabu, 15 April 2026 - 10:18

20 Kandidat Calon Pimpinan Baznas Kabupaten Serang Jalani Tes Wawancara Mendalam

Rabu, 15 April 2026 - 10:07

Proyek Cikapek Telan Rp12,1 Miliar, Wisata Lama di Lebak Malah Terbengkalai

Selasa, 14 April 2026 - 14:28

Tegas! Wali Kota Serang Minta Bukti Riil Dampak Makan Bergizi Gratis bagi Balita

Selasa, 14 April 2026 - 09:37

Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang

Berita Terbaru