Wujudkan Masyarakat Inklusif, Wabup Intan Nurul Hikmah Resmikan Sekolah Gender

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan Sekolah Gender II 2026 di ruang rapat gabungan DPRD Kabupaten Tangerang l Dok. Istimewa

Pelaksanaan Sekolah Gender II 2026 di ruang rapat gabungan DPRD Kabupaten Tangerang l Dok. Istimewa

Bantenblitz.com – Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah resmi membuka Sekolah Gender Angkatan II Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat kesetaraan gender dan mendorong terwujudnya masyarakat yang inklusif di Kabupaten Tangerang.

Kegiatan tersebut digelar di ruang rapat gabungan DPRD Kabupaten Tangerang, Rabu, 25 Februari 2026, sebagai langkah pemerintah daerah dalam menanamkan nilai keadilan gender, baik dalam kebijakan maupun praktik kehidupan sehari-hari.

Intan menegaskan, kesetaraan gender harus diwujudkan secara nyata dan terintegrasi dalam berbagai aspek pembangunan daerah.

Menurutnya, pembangunan bangsa dan daerah tidak akan optimal tanpa partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan yang memiliki peran penting dalam proses tersebut.

Selain sebagai ruang belajar, diskusi, dan berbagi ilmu, Sekolah Gender tahun ini dianggap sebagai wadah untuk merancang aksi nyata dalam mengatasi berbagai permasalahan berbasis gender. “Sekali lagi, Sekolah Gender ini bukanlah sekolah dalam bentuk fisik, tetapi semacam short course. Ini adalah ruang belajar, berdiskusi, dan merancang aksi nyata serta kontribusi perempuan bagi suksesnya program pembangunan yang bermanfaat,” imbuh Intan.

Lebih lanjut, ia menegaskan, kesetaraan gender bukan tanggung jawab satu perangkat daerah saja, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, DPRD, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, tokoh agama, pemuda, dan keluarga harus bersinergi untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari diskriminasi dan kekerasan berbasis gender. “Saya berharap melalui Sekolah Gender ini bisa melahirkan rencana aksi nyata dan banyak kampanye publik untuk program-program yang bermanfaat,” katanya.

Pihaknya juga menegaskan, target utama dari program ini adalah menghasilkan rencana aksi yang konkret terhadap isu diskriminasi dan kekerasan berbasis gender di masyarakat. “Saya berharap Sekolah Gender II ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi melahirkan rencana aksi yang lebih nyata, seperti kampanye publik, edukasi di sekolah, pendampingan korban, penguatan regulasi, atau inovasi program berbasis komunitas,” tambahnya.

Intan pun berharap, Sekolah Gender II 2026 dapat menjadi tonggak lahirnya Kabupaten Tangerang yang semakin inklusif, ramah perempuan, serta bebas dari diskriminasi dan kekerasan berbasis gender.

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Sri Panggung menyampaikan dukungan dan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan, Sekolah Gender bertujuan agar perempuan semakin pintar, berdaya saing, dan memahami peran serta kapasitasnya dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Sekolah gender ini ada sebanyak 4 angkatan dengan masing-masing angkatan sekitar 50 peserta. Kita ingin perempuan itu lebih berani, produktif, dan berkontribusi dalam pembangunan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Asep Suherman menambahkan, Sekolah Gender adalah salah satu strategi untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih berani memperjuangkan hak dan peran perempuan secara konstruktif. “Sekolah gender bukan sekadar pelatihan, tetapi menjadi ruang belajar bersama untuk menumbuhkan kesadaran kritis, solidaritas sosial, serta keberanian dalam memperjuangkan hak dan peran perempuan,” ujarnya.

Harapannya, melalui program ini akan muncul para penggerak kampanye kesetaraan gender yang mampu menjadi agen perubahan, mengedukasi masyarakat dan lingkungannya, serta mendorong partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan daerah. “Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata dalam sikap, perilaku, dan aksi komunitas yang mampu menjadikan Kabupaten Tangerang sebagai daerah yang semakin ramah perempuan, inklusif, serta bebas dari diskriminasi dan kekerasan berbasis gender,” tutur Asep. (Red/Munjul)

Berita Terkait

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI
Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC
Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD
1.300 Peserta Hadiri Halalbihalal Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta
Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader
Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir
Wabup Serang Ancam Tutup SPPG Tak Bersertifikat, Target 100 Persen pada 2026
BGN Skors 20 SPPG di Banten, Mayoritas Berada di Pandeglang dan Lebak

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:00

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI

Kamis, 30 April 2026 - 15:29

Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC

Rabu, 29 April 2026 - 16:26

Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD

Sabtu, 25 April 2026 - 16:28

Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader

Sabtu, 25 April 2026 - 16:16

Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir

Berita Terbaru