Kecamatan Kasemen Jadi Wilayah dengan Kasus Stunting Terbanyak di Kota Serang

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ahmad Hasanuddin I Dok. Roy-BNC

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ahmad Hasanuddin I Dok. Roy-BNC

Bantenblitz.com – Masalah stunting masih menjadi tantangan serius di Ibu Kota Provinsi Banten pada tahun 2026. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ahmad Hasanuddin, mengungkapkan bahwa Kecamatan Kasemen menjadi wilayah dengan angka prevalensi tertinggi, yakni mencapai 766 kasus. Data terbaru ini menjadi dasar pemetaan prioritas intervensi kesehatan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kecamatan Serang berada di urutan kedua dengan 402 orang, diikuti Kecamatan Walantaka sebanyak 325 orang dan Kecamatan Taktakan sebanyak 284 orang.

Untuk wilayah dengan kasus lebih rendah, tercatat Kecamatan Cipocok Jaya memiliki 57 orang kasus stunting, dan Kecamatan Curug dengan jumlah terkecil yaitu 16 orang.

‎”Itu datanya yang sekarang tahun 2026. Saya gak buka tahun yang lalu ya karena kan mintanya yang terkini,” ujar Hasan, kepada wartawan, Selasa, 14 April 2026.

‎Menurut Hasan, permasalahan stunting bukanlah kondisi yang muncul secara mendadak, melainkan akumulasi dari pemenuhan gizi yang kurang optimal sejak masa awal kehidupan.

‎”Stunting itu penyakit yang jauh waktunya, bukan timbul secara instan. Penanganannya harus dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari janin di dalam kandungan hingga usia dua tahun,” terangnya.

‎Ia menjelaskan bahwa stunting secara medis didefinisikan sebagai kondisi di mana tinggi atau panjang badan anak tidak sesuai dengan standar usia balita yang seharusnya.

‎Fase emas atau golden periode ini sangat krusial karena menentukan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak di masa depan.

‎”Kalau usia dewasa pendek bukan stunting, bukan ukurannya, karena bisa jadi pengaruh dari olahraga bisa jadi tinggi. Tapi otak ditumbuhkan dari fase golden periode itu 1.000 hari kehidupan,” kata Hasan.

‎Dalam upaya menekan angka tersebut, Dinkes Kota Serang melakukan berbagai intervensi. Salah satunya adalah menyambut baik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menyasar kelompok B3, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

‎”Dulu MBG hanya untuk anak sekolah, sekarang diperluas. Alhamdulillah dampaknya terlihat, masyarakat jadi lebih antusias membawa anaknya ditimbang atau memeriksakan kehamilan ke Posyandu,” ungkap Hasan.

‎Meskipun demikian, ia mengakui bahwa dampak signifikan dari program ini belum dapat terlihat secara maksimal karena implementasinya belum berjalan satu tahun penuh. Diharapkan dalam dua tahun ke depan, hasil penurunan angka stunting akan lebih nyata.

‎Selain program MBG, Dinas Kesehatan juga menyalurkan bantuan susu dari pemerintah pusat untuk balita dengan status gizi kurang.

‎Bantuan ini diberikan melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Serang dan RS Kencana, dengan syarat harus melalui pemeriksaan dan rekomendasi dokter anak terlebih dahulu.

‎Lebih lanjut, Hasan menjelaskan bahwa distribusi MBG difokuskan di Posyandu, bukan di rumah sakit, agar jangkauannya lebih luas dan tepat sasaran bagi masyarakat.

‎”Sejak ada MBG di posyandu, alhamdulilah orang-orang pada datang ngajak anaknya mau ditimbang atau yang ibu hamil mau diperiksa,” katanya. (Red/ Roy)

Berita Terkait

Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak
Disparbud Pandeglang Sabet Penghargaan dan Pengakuan Intelektual dari Kemenkumham
Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga
DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir
Pemkot Tangsel Gelar Sertifikasi K3 untuk Aparatur Kelurahan dan Kecamatan
Benyamin Sebut Kolaborasi dan Kesadaran Masyarakat Jadi Kunci Tangsel Capai Nol Kematian DBD
Peringati Tahun Baru Islam, BenyaminTekankan Pentingnya Kualitas Sumber Daya Manusia
DPRD Kabupaten Serang Tetapkan Perda Ekonomi Kreatif dan Pembangunan Permukiman

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:03

Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak

Senin, 29 Juni 2026 - 09:21

Disparbud Pandeglang Sabet Penghargaan dan Pengakuan Intelektual dari Kemenkumham

Senin, 29 Juni 2026 - 06:49

Perayaan HUT Ke-48 Tradisi Ruwat Laut di Carita Diwarnai Pendangkalan Dermaga

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:55

DPRD Banten dan Pemkot Tangsel Bahas Isu Pendidikan hingga Pengendalian Banjir

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:40

Pemkot Tangsel Gelar Sertifikasi K3 untuk Aparatur Kelurahan dan Kecamatan

Berita Terbaru