Inovasi PD PBM Pandeglang: Sampah Diolah Jadi BBJP, Emisi Karbon Turun Drastis

Kamis, 31 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PD PBM saat melakukan tinjauan di TPA Bangkonol, Pandeglang  pada Kamis, 31 Juli 2025 | doc.difeni - BBC

PD PBM saat melakukan tinjauan di TPA Bangkonol, Pandeglang pada Kamis, 31 Juli 2025 | doc.difeni - BBC

BantenBlitz.com-Sebagai upaya pengembangan inovasi dalam pengelolaan sampah dengan mengelolanya menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP). Perusahaan Daerah Pengelolaan Bangunan dan Material (PD PBM) setuju ini menjadi solusi strategis untuk mengatasi permasalah limbah sekaligus mendukung upaya penurunan emisi karbon di wilayah Pandeglang.

Melalui peningkatan kapasitas produksi dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, PD PBM menargetkan produksi BBJP mampu membantu mengurangi penumpukan sampah dan menciptakan energi alternatif yang lebih bersih.

Langkah PD PBM ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi dan peneliti yang menilai bahwa kehadiran BBJP berpotensi besar dalam menekan emisi karbon dari sektor energi berbasis batu bara.

Hal ini diungkapkan Dr. Kiman Siregar dari Indonesian Life Cycle Assessment Network dalam analisa proses pengolahan sampah di TPA Bangkonol pada Kamis, 31 Juli 2025.

Dr. Kiman, yang juga peneliti di BRIN Puspitek Serpong Tangerang, menjelaskan bahwa pemanfaatan biomassa seperti BBJP (Bahan Bakar Jumputan Padat) yang diproduksi oleh PD PBM terbukti lebih ramah lingkungan dibandingkan pembakaran batu bara konvensional di PLTU.

“Produksi per KWH yang bahan bakarnya menggunakan batu bara akan menghasilkan emisi karbon sekitar satu kilogram. Sebaliknya, biomassa atau BBJP hanya menghasilkan 0,2 kilogram emisi karbon per KWH,” terangnya.

Dengan perbandingan ini, penggunaan biomassa dapat mengurangi nilai pemanasan global hingga lebih dari 80% dibandingkan batu bara.

Manajer Umum PD PBM, Supriatna, menambahkan bahwa saat ini kapasitas produksi BBJP baru mencapai satu ton per hari, yang membutuhkan sekitar 7 hingga 15 ton sampah setiap harinya.

“Ke depan, kami akan meningkatkan kapasitas mesin agar produksi BBJP juga meningkat dan penumpukan sampah semakin dapat dikurangi,” ujarnya. (Red/Difeni)

Berita Terkait

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI
Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC
Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD
1.300 Peserta Hadiri Halalbihalal Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta
Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader
Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir
Wabup Serang Ancam Tutup SPPG Tak Bersertifikat, Target 100 Persen pada 2026
BGN Skors 20 SPPG di Banten, Mayoritas Berada di Pandeglang dan Lebak

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:00

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI

Kamis, 30 April 2026 - 15:29

Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC

Rabu, 29 April 2026 - 16:26

Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD

Sabtu, 25 April 2026 - 16:28

Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader

Sabtu, 25 April 2026 - 16:16

Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir

Berita Terbaru