Bantenblitz.com – Puluhan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pandeglang mengikuti kegiatan operasi mata katarak gratis yang digelar di Klinik Mata Utama Saruni, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan tersebut juga merupakan hasil kolaborasi antara Klinik Mata Saruni dan Pegadaian Syariah.
Program sosial ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat penderita katarak, khususnya warga yang kurang mampu. Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Danramil Kota Pandeglang, Kapolsek Kota Pandeglang, perwakilan Dinas Kesehatan Pandeglang, serta tamu undangan lainnya.
Peserta yang diutamakan adalah warga yang tidak memiliki BPJS Kesehatan agar mereka tetap mendapatkan akses layanan kesehatan mata secara layak.
Dokter spesialis mata Klinik Mata Saruni, dr. Barii Hafidh Pramono, mengungkapkan, kegiatan ini menargetkan 40 pasien. Menurut dr. Barii, jumlah penderita katarak di Pandeglang masih tinggi.
“Hasil skrining menunjukkan mayoritas pasien mengalami katarak tebal, menandakan sudah berlangsung lama,” katanya sebelum melakukan tindakan operasi pada Kamis, 20 November 2025.
Ia menjelaskan operasi katarak kini jauh lebih aman dengan teknologi phacoemulsification, yakni operasi tanpa jahitan.
“Banyak yang masih takut karena membayangkan dijahit atau dicongkel. Padahal operasi ini hanya membersihkan lensa yang keruh dan memasang lensa baru,” katanya.
“proses operasi hanya memerlukan waktu 7 sampai 15 menit. Karena tanpa jahitan, risiko infeksi dan rasa sakit sangat kecil,” sambungnya.
Meski aman, pasien tetap harus mengikuti pantangan pascaoperasi seperti menundukkan wajah telalu lama, memastikan area mata yang dioperasi tetap bersih dan tidak terkena air.
“Tidak boleh kena air, tidak menunduk terlalu dalam, dan perokok harus berhenti sementara. Untuk wudu bisa tayamum selama 7–10 hari,” katanya.
Di tempat yang sama, Direktur Klinik Utama Mata Saruni, Muhamad Isa mengatakan, penyakit katarak lebih banyak dialami lansia, namun bisa terjadi pada usia muda akibat penyakit atau trauma.
Klinik Mata Saruni mencatat kunjungan harian mencapai 100 pasien dengan berbagai keluhan, termasuk katarak. Ia berharap semakin banyak warga Pandeglang mendapatkan akses operasi katarak.
“Semoga masyarakat yang mengalami katarak bisa kami bantu kembali penglihatannya,” katanya.
Sementara itu, Deputi Bisnis Pegadaian Syariah Area Tangerang, Agustiawan, mengatakan operasi katarak gratis di Pandeglang merupakan pelaksanaan ketiga secara nasional.
“Pertama di Nusa Tenggara, kedua di Jawa Timur, dan yang ketiga di Pandeglang,” ujarnya.
Di Pandeglang, Pegadaian Syariah menargetkan 40 peserta. Seluruh kuota telah terisi setelah skrining dilakukan sehari sebelumnya, termasuk peserta cadangan.
Agustiawan menjelaskan program ini menggunakan dana kebajikan umat, yakni dana sosial dari infak dan sedekah nasabah Pegadaian Syariah. Penalti keterlambatan angsuran dalam sistem syariah juga dialokasikan kembali untuk kegiatan sosial, bukan menjadi pendapatan perusahaan.
Dana tersebut juga digunakan untuk program sosial lain seperti bantuan sembako, santunan anak yatim, dan khitanan massal. Agustiawan menyebut kegiatan ini kemungkinan menjadi yang terakhir di tahun anggaran berjalan.
“Tahun depan kami siapkan lagi anggaran sosial, biasanya jumlahnya meningkat tiap tahun,” tandasnya. (Red/Guntur)












