Lereng Gunung Karang Bergemuruh, Warga Khawatir Longsor Susulan

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tangkapan layar vidio amatir dari warga saat terjadinya longsor di gunung karang pandeglang pada Senin, 12 Januari 2026. | Dok. Istimewa

tangkapan layar vidio amatir dari warga saat terjadinya longsor di gunung karang pandeglang pada Senin, 12 Januari 2026. | Dok. Istimewa

Bantenblitz.com – Warga Kelurahan Pagerbatu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, digegerkan oleh suara gemuruh keras dari lereng Puncak Gunung Karang pada Senin pagi, 12 Januari 2026. Gemuruh tersebut diduga kuat berasal dari peristiwa longsor di kawasan hutan lindung Gunung Karang.

Longsor serupa pernah melanda lereng gunung itu pada 15 September 2021. Saat itu, peristiwa tak menimbulkan korban jiwa atau rusak permukiman, tapi meninggalkan lereng gundul tanpa vegetasi pelindung.

Ironisnya, lebih dari empat tahun kemudian, upaya rehabilitasi lahan nyaris tak terlihat. Penanaman kembali vegetasi di zona rawan longsor pun mandek, memperlebar risiko longsor susulan.

Kekhawatiran warga terbukti benar. Longsor Senin kemarin meluas, justru di tengah curah hujan tinggi belakangan ini. Situasi ini memicu resah, terutama bagi warga terdekat.

Oman, warga Kecamatan Kaduhejo, mengaku gelisah. “Lereng longsor itu wilayah administratif Kelurahan Pagerbatu, tapi kewenangan Perhutani karena masuk hutan lindung,” katanya saat dihubungi wartawan pada Selasa, 13 Januari 2026.

“Dulu 2021 sudah longsor, sekarang meluas lagi. Warga khawatir banget,” tambahnya.

Oman membandingkan dengan longsor di daerah lain yang berujung banjir bandang atau permukiman tertimbun. “Curah hujan tinggi kini bikin potensi longsor makin mengancam.”

Warga mendesak pemerintah daerah, BPBD, dan pengelola hutan segera inspeksi lapangan serta kajian teknis. “Pemeriksaan dini bisa antisipasi ancaman lebih cepat,” tutup Oman.

Hingga berita ini diturunkan, belum mendapat respons resmi dari Perhutani atau instansi terkait soal penanganan dan mitigasi.( Red/Difeni)

 

Berita Terkait

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI
Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC
Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD
1.300 Peserta Hadiri Halalbihalal Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta
Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader
Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir
Wabup Serang Ancam Tutup SPPG Tak Bersertifikat, Target 100 Persen pada 2026
BGN Skors 20 SPPG di Banten, Mayoritas Berada di Pandeglang dan Lebak

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:00

Pemkot Tangsel Luncurkan Tangsel One dan Helita, Layanan Publik Kini Berbasis AI

Kamis, 30 April 2026 - 15:29

Usai Ikrar Setia NKRI, 19 Eks Napi Terorisme di Pandeglang Ikuti Pelatihan Teknisi AC

Rabu, 29 April 2026 - 16:26

Serang Mengaji Catat Lonjakan Signifikan, Distribusi Al-Qur’an Tanpa Dana APBD

Sabtu, 25 April 2026 - 16:28

Hadiri Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Paparkan Program Penguatan Ekonomi Kader

Sabtu, 25 April 2026 - 16:16

Harlah ke-80 Muslimat NU Banten Meriah, Tokoh Nasional dan Ribuan Kader Hadir

Berita Terbaru