Pengawasan Ketat, BPOM Pastikan Makanan Aman Selama Ramadan

Kamis, 6 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPOM Serang Mojaza Sirait saat diwawancarai wartawan l Dok. Guntur-BBC

Kepala BPOM Serang Mojaza Sirait saat diwawancarai wartawan l Dok. Guntur-BBC

BantenBlitz.Com – Bulan Ramadan sering kali ditandai dengan peningkatan konsumsi masyarakat, yang kemudian memicu perhatian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai kualitas produk makanan yang beredar di pasaran.

Dalam upaya memastikan keamanan dan kesehatan masyarakat, Kepala BPOM Serang Mojaza Sirait, melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Rau pada Kamis, 6 Maret 2025.

“Sejauh ini kita menemukan hasil uji rapid test semuanya negatif dari bahan berbahaya, dari sampel-sampel yang kita uji itu semuanya negatif, artinya hasilnya baik supaya bisa dikonsumsi,” ungkap Mojaza.

Hasil positif ini memberikan angin segar bagi masyarakat yang khawatir mengenai kontaminasi makanan yang mungkin terjadi selama bulan suci.

Mojaza menjelaskan bahwa terdapat empat jenis bahan kimia berbahaya yang umumnya ditemukan dalam produk makanan, yaitu formalin, rhodamin, metanil, dan boraks.

Upaya pengawasan ini melibatkan pengujian 11 sampel produk makanan yang terdiri dari berbagai jenis, seperti sosis, bakso, tahu, sekuteng, dan bontot merah.

“Kalau misalnya ada dugaan positif, maka nanti kita telusuri lebih lanjut,” jelasnya.

Namun, tidak semua hasil pengawasan berjalan mulus. Mojaza juga mengungkapkan bahwa pada bulan Ramadan ini, pihaknya menemukan produk yang mengandung zat berbahaya saat melakukan sidak di Pasar Kranggot, Cilegon.

“Kemarin ada satu di Cilegon, satu produk minuman positif. Produk ini sedang kami uji konfirmasi kembali,” tambahnya.

Mojaza mengingatkan para pedagang untuk tidak menjual produk makanan atau minuman yang mengandung zat berbahaya.

“Tentu terutama kepada pedagang, kami sudah berikan pembinaan dan penelusuran lebih jauh sumbernya,” jelasnya.

Hal ini menunjukkan komitmen BPOM dalam memberikan edukasi kepada pedagang agar mereka lebih sadar akan pentingnya menjual produk yang aman bagi konsumen.

BPOM juga memastikan akan rutin melakukan pengawasan ke seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten, bekerja sama dengan dinas terkait seperti dinas kesehatan, ketahanan pangan, dan dinas perindustrian dan perdagangan.

“Kita akan keliling ke seluruh kabupaten/kota di wilayah kerja kita untuk melakukan pengawasan,” pungkas Mojaza.

Dengan langkah ini, BPOM berharap dapat menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi masyarakat selama bulan Ramadan, sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga dan terhindar dari zat-zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan. (Red/Guntur)

Berita Terkait

Indagkop UKM Kota Tangerang Buka Pelatihan Digitalisasi UMKM 2026
Hadiri BCF, Wali Kota Serang Dorong Brand Lokal Jadi Motor Ekonomi
Jelang Lebaran, Warga Serbu Pertokoan Royal Baroe Kota Serang pada Malam Hari
Sidak Pasar Modern BSD, Pemkot Tangsel Temukan Kandungan Bahan Berbahaya pada Makanan
Perpres Alih Fungsi Sawah Dinilai Ancam Investasi Properti Hingga Triliunan Rupiah
Apem Putih Khas Cimanuk Jadi Primadona Takjil Ramadan di Pandeglang
Bazar Ramadan Tangsel Ramai Diserbu Warga, Harga Lebih Terjangkau
PT Niaga Citra Mandiri Ekspor Perdana 76 Ton Bumbu Masak ke Arab Saudi

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 17:09

Indagkop UKM Kota Tangerang Buka Pelatihan Digitalisasi UMKM 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:08

Hadiri BCF, Wali Kota Serang Dorong Brand Lokal Jadi Motor Ekonomi

Senin, 16 Maret 2026 - 04:27

Jelang Lebaran, Warga Serbu Pertokoan Royal Baroe Kota Serang pada Malam Hari

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:54

Sidak Pasar Modern BSD, Pemkot Tangsel Temukan Kandungan Bahan Berbahaya pada Makanan

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:39

Perpres Alih Fungsi Sawah Dinilai Ancam Investasi Properti Hingga Triliunan Rupiah

Berita Terbaru