Pengurangan Volume Minyak Kita Sudah Terjadi di Pasar Induk Rau Sejak Tahun Lalu

Rabu, 12 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu pedagang minyak goreng di Pasar Induk Rau, H. Muhyi menunjukan produk Minyak KIta kemasan bantal ketika ditemui wartawan di lapak jualannya, Rabu, 12 Maret 2025. |Dok.Lathif

Salah satu pedagang minyak goreng di Pasar Induk Rau, H. Muhyi menunjukan produk Minyak KIta kemasan bantal ketika ditemui wartawan di lapak jualannya, Rabu, 12 Maret 2025. |Dok.Lathif

BantenBlitz.Com– Praktek pengurangan volume minyak goreng dari produk Minyak Kita yang sedang ramai dibicarakan di media sosial ternyata sudah menjadi hal biasa di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang.

Salah satu pedagang, H. Muhyi mengatakan jika sebenarnya di Pasar Induk Rau sudah menjadi hal lumrah jika menemukan hal serupa.

“Tapi yang kalau di pasar Rau sudah pada tahu ya. Ini kejadian sebenarnya tahun yang lalu ini, Pak. Cuma mungkin dari pemerintah baru tahu kayak ini ya,” ucap Muhyi, Rabu, 12 Maret 2025.

Masih kata Muhyi, jika pengurangan volume minyak goreng tersebut terjadi pada kemasan botol dan jarang dijumpai di kemasan bantal.

“Terutama yang botol itu ya, kalau yang ini (kemasan bantal) baru tahu kalau yang ini ada yang kurang itu, imbuhnya.

Ia menambahkan, bahwa dirinya pernah melakukan testimoni langsung dengan menuangkan minyak goreng produk minyak kita ke gelas takaran dan hasilnya memang mengalami pengurangan volume.

“Saya juga pernah dagang ternyata ditumpahin itu enggak ada seliter emang,” tegasnya.

Selanjutnya, Muhyi mengatakan, kejadian tersebut menyisakan dampak yang merugikannya, pasalnya masyarakat sekarang menjadi lebih was-was dalam membeli minyak goreng.

“Semenjak kasus ini Orang tuh, belinya kayak ragu-ragu gitu, was-was semenjak ada pengurangan isi minyak,” tutupnya. (Red/Lathif)

Berita Terkait

Indagkop UKM Kota Tangerang Buka Pelatihan Digitalisasi UMKM 2026
Hadiri BCF, Wali Kota Serang Dorong Brand Lokal Jadi Motor Ekonomi
Jelang Lebaran, Warga Serbu Pertokoan Royal Baroe Kota Serang pada Malam Hari
Sidak Pasar Modern BSD, Pemkot Tangsel Temukan Kandungan Bahan Berbahaya pada Makanan
Perpres Alih Fungsi Sawah Dinilai Ancam Investasi Properti Hingga Triliunan Rupiah
Apem Putih Khas Cimanuk Jadi Primadona Takjil Ramadan di Pandeglang
Bazar Ramadan Tangsel Ramai Diserbu Warga, Harga Lebih Terjangkau
PT Niaga Citra Mandiri Ekspor Perdana 76 Ton Bumbu Masak ke Arab Saudi

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 17:09

Indagkop UKM Kota Tangerang Buka Pelatihan Digitalisasi UMKM 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:08

Hadiri BCF, Wali Kota Serang Dorong Brand Lokal Jadi Motor Ekonomi

Senin, 16 Maret 2026 - 04:27

Jelang Lebaran, Warga Serbu Pertokoan Royal Baroe Kota Serang pada Malam Hari

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:54

Sidak Pasar Modern BSD, Pemkot Tangsel Temukan Kandungan Bahan Berbahaya pada Makanan

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:39

Perpres Alih Fungsi Sawah Dinilai Ancam Investasi Properti Hingga Triliunan Rupiah

Berita Terbaru