5000 Anak di Kabupaten Pandeglang Dinyatakan Putus Sekolah

Sabtu, 19 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengarahan yang dilakukan oleh Sukron Mulyadi kepada dua orang tua anak yang nyaris putus sekolah di SMP Negeri 4 Pandeglang pada Jumat, 18 Juli 2025 | dok. Difeni-BBC

Pengarahan yang dilakukan oleh Sukron Mulyadi kepada dua orang tua anak yang nyaris putus sekolah di SMP Negeri 4 Pandeglang pada Jumat, 18 Juli 2025 | dok. Difeni-BBC

Bantenblitz.Com – Kasus anak putus sekolah di Kampung Cicadas, Kelurahan Pandeglang, yang sempat menjadi sorotan Dinas Pendidikan dan Bupati Pandeglang, kini membuahkan hasil positif.

Anak yang sebelumnya putus sekolah tersebut telah resmi mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 4 Pandeglang sejak 16 Juli 2025 lalu.

Langkah cepat yang diambil pemerintah daerah Kabupaten Pandeglang menjadi bukti nyata kepedulian Dinas Pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kasubbag TU Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pandeglang, Sukron Mulyadi, hadir secara langsung untuk menyerahkan bantuan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Sukron menegaskan komitmen pemerintah mengatasi dan menekan angka anak putus sekolah di Pandeglang, terutama yang disebabkan oleh keterbatasan ekonomi.

” Kita ingin tetep menjamin anak Pandeglang itu masih bisa bersekolah, jadi kita ingin menekan angka putus sekolah, nah kasus seperti ini adalah yang harus tanggap kita atasi karna banyak yang kita lakukan, sehingga kami bisa memastikan angka putus sekolah bisa teratasi,” ucapnya saat di wawancarai pada Jum’at, 18 juli 2025.

Sukron mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 5.000 anak putus sekolah. Situasi ini menurutnya menjadi tanggung jawab bersama berbagai pihak, agar tidak ada lagi anak yang kehilangan hak pendidikan karena faktor ekonomi maupun kendala lainnya.

Lebih lanjut, Sukron berharap program Gerakan Sarerea Lulus Sekolah (GSLS) yang dirancang oleh Dindikpora Kabupaten Pandeglang untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dapat menjadi solusi efektif. Program tersebut difokuskan pada penanganan langsung di jenjang pendidikan yang menjadi kewenangan dinas, yaitu tingkat SD, SMP, dan PAUD/TK.

“Harapan nya, ATS ini bisa kita atasi dengan program GSLS, yang sedang kita tuntaskan adalah yang menjadi kewenangan kita saja seperti sd, SMP dan paud TK” lanjutnya.

Tindakan nyata dan sinergi berbagai pihak diharapkan mampu mewujudkan Pandeglang yang bebas dari anak putus sekolah serta menjamin hak atas akses pendidikan bagi seluruh anak di Pandeglang. (Red/Difeni)

Berita Terkait

Mahasiswa KKM Untirta Edukasi Warga Solear Kabupaten Tangerang Kelola Sampah
Mahasiswa KKM Untirta Terapkan Cara Unik untuk Tingkatkan Literasi Siswa MIN 3 Serang
Cegah Perundungan Lewat Literasi Emosional, Mahasiswa Untirta Edukasi Siswa Roudhatul Hikmah Cikande
Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak
Polresta Tangerang Ciduk Dua Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak
Modus Penipuan Polisi Gadungan, Enam Pelaku Diamankan Polresta Tangerang
Pemkot Tangsel Siapkan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta Per Siswa di 94 SMP Swasta Tahun Ajaran 2026/2027
Bupati Tangerang Dorong Santri Lanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:18

Mahasiswa KKM Untirta Edukasi Warga Solear Kabupaten Tangerang Kelola Sampah

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:39

Mahasiswa KKM Untirta Terapkan Cara Unik untuk Tingkatkan Literasi Siswa MIN 3 Serang

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:00

Cegah Perundungan Lewat Literasi Emosional, Mahasiswa Untirta Edukasi Siswa Roudhatul Hikmah Cikande

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:03

Peningkatan Transformasi Digital Pendidikan, Adde Rosi Buka Sosialisasi SIBI di Lebak

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:42

Polresta Tangerang Ciduk Dua Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Anak

Berita Terbaru