Karya Tangan Pak Sarudin, Memukul Kencang Tradisi di Tengah Gempuran Teknologi

Selasa, 5 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sarudin saat melakukan proses pembuatan bedug dengan bahan baku batang kelapa yang di lubangi pada Selasa, 5 Agustus 2025 | Dok. Difeni - BBC

Sarudin saat melakukan proses pembuatan bedug dengan bahan baku batang kelapa yang di lubangi pada Selasa, 5 Agustus 2025 | Dok. Difeni - BBC

BantenBlitz.com – Di tengah derasnya arus teknologi yang hampir menenggelamkan suara tradisi, ada seorang lelaki di sudut Pandeglang yang tetap setia memukul bedug bukan hanya sebagai alat ibadah, tapi sebagai penjaga warisan bangsa.

Dari bengkel sederhananya, Sarudin seorang pengrajin bedug tradisional, warga Kampung Karang Tanjung RT/RW 003/004 Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Banten, menciptakan dentuman yang melawan sunyi, membuktikan bahwa satu tangan dan satu bedug mampu menepis gelombang digitalisasi dengan gaung sejarah dan kebanggaan budaya.

Sejak usia 4 tahun, Sarudin sudah akrab dengan aroma serbuk kayu kelapa tua dan sentuhan kulit kerbau hasil olahan. Kini, di usia ke 50, ia tak hanya sukses menyalakan kembali gaung bedug hingga ke luar negeri, tapi juga menyalurkan kecintannya pada seni ini ke generasi muda—sebuah upaya perlawanan halus pada arus zaman.

Tak sekadar alat pemanggil salat, karya tangan Sarudin sudah hampir setengah abad menghiasi masjid, sekolah, hingga pentas budaya, menjadi artefak hidup yang menyatukan spiritualitas dan seni.

“Awal mulanya saya tertarik menjadi pengrajin bedug, karena bedug merupakan alat seni tradisional turun temurun dari nenek moyang kita dulu, ” katanya saat ditemui wartawan pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Setelah ia menyelesaikan satu bedug dalam hitungan lima hingga enam hari, hasilnya dijual antara Rp4-5 juta per buah atau paket spesial Rampak Bedug seharga Rp.18 juta untuk kebutuhan parade dan kesenian tradisional.

Permintaan memang kian menipis, tergeser pelan-pelan oleh speaker dan aplikasi digital. Tapi layaknya suara bedug yang bergema meski sunyi, begitu pula semangat Sarudin, pantang hilang. Bila pesanan sepi, ia memilih mengajari anak-anak desa, menanamkan kecintaan pada warisan nenek moyang.

“Alhamdulillah kalo pesanan mah ada aja, walaupun agak sepi ya sekarang. Tapi kalo lagi gak ada pesanan, biasanya ngajarin anak-anak atau warga sini biar ada regenerasinya pengrajin bedug ini. Jadi tetap bisa di lestarikan,” katanya.

Keuntungan memang tak menentu, kadang bisa meraup hingga Rp150 juta saat pesanan ramai, kadang hanya cukup untuk dapur.

Di tangan Sarudin, bedug bukan sekadar benda, ia adalah dentuman hati, identitas budaya, dan pesan agar kemajuan tidak melupakan akar. Gema bedug Pandeglang mungkin tak lagi mengalahkan riuh teknologi, namun selama pengrajin seperti Sarudin masih setia memukul tradisi, suaranya takkan pernah benar-benar padam.

Dan dari bengkel kayu sederhana itu, lahir harapan agar dentuman bedug terus bergelora, mengajak generasi baru untuk tak sekadar menjadi pendengar, tapi juga pemukul cerita masa depan.(Red/Difeni)

Berita Terkait

Indagkop UKM Kota Tangerang Buka Pelatihan Digitalisasi UMKM 2026
Hadiri BCF, Wali Kota Serang Dorong Brand Lokal Jadi Motor Ekonomi
Jelang Lebaran, Warga Serbu Pertokoan Royal Baroe Kota Serang pada Malam Hari
Sidak Pasar Modern BSD, Pemkot Tangsel Temukan Kandungan Bahan Berbahaya pada Makanan
Perpres Alih Fungsi Sawah Dinilai Ancam Investasi Properti Hingga Triliunan Rupiah
Apem Putih Khas Cimanuk Jadi Primadona Takjil Ramadan di Pandeglang
Bazar Ramadan Tangsel Ramai Diserbu Warga, Harga Lebih Terjangkau
PT Niaga Citra Mandiri Ekspor Perdana 76 Ton Bumbu Masak ke Arab Saudi

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 17:09

Indagkop UKM Kota Tangerang Buka Pelatihan Digitalisasi UMKM 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:08

Hadiri BCF, Wali Kota Serang Dorong Brand Lokal Jadi Motor Ekonomi

Senin, 16 Maret 2026 - 04:27

Jelang Lebaran, Warga Serbu Pertokoan Royal Baroe Kota Serang pada Malam Hari

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:54

Sidak Pasar Modern BSD, Pemkot Tangsel Temukan Kandungan Bahan Berbahaya pada Makanan

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:39

Perpres Alih Fungsi Sawah Dinilai Ancam Investasi Properti Hingga Triliunan Rupiah

Berita Terbaru