Dorong Kemandirian Ekonomi, Program MBG Bantu Pengrajin Tempe Pandeglang

Rabu, 15 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yadi saat ditemui di rumah produksi pada Rabu, 15 Oktober 2025. | Doc.Difeni - BNC

Yadi saat ditemui di rumah produksi pada Rabu, 15 Oktober 2025. | Doc.Difeni - BNC

BantenBlitz.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto membawa dampak nyata bagi pelaku usaha kecil di Kabupaten Pandeglang. Tak hanya meningkatkan gizi masyarakat, program ini juga menggerakkan roda ekonomi lokal, salah satunya bagi para pengrajin tempe seperti Yadi, warga Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang yang kini kebanjiran pesanan sebagai pemasok untuk program tersebut.

“Alhamdulillah, sejak adanya Program MBG, usaha kami mengalami perubahan dan peningkatan, terutama dalam jumlah produksi,” ujar Yadi saat ditemui di rumah produksinya pada Rabu, 15 Oktober 2025.

Sebelumnya, Yadi hanya memproduksi 1 kwintal kacang kedelai menjadi tempe, namun kini produksinya naik menjadi 1,5 kwintal.

“Produksi naik sekitar 50 persen, dengan hasil produksi mencapai 1.500 pcs tempe dalam berbagai ukuran. Omzet kini mencapai sekitar 4 juta rupiah per hari, naik dari sebelumnya 2 hingga 2,5 juta rupiah,” tambahnya.

Selain itu, Yadi juga memberdayakan warga sekitar untuk membantu produksi, yang sebelumnya hanya 2 orang, kini menjadi 6 orang.

Saat ini, Yadi baru memasok tempe ke satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Sukaratu.

“Kami masih dalam masa percobaan dengan suplai 100 hingga 200 pcs ke satu dapur MBG. Harga jual mulai Rp2.000 sampai Rp5.000, tergantung ukuran,” jelasnya.

Yadi memastikan tempe hasil produksinya higienis dan diproduksi dengan ketelitian serta pengawasan ketat untuk menghindari risiko keracunan makanan.

“Saya sendiri yang memproduksi dibantu istri dan karyawan agar mutu dan kuantitas tetap terjaga dan tidak mengecewakan,” tegasnya.

Yadi berharap Program MBG dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan pengrajin tempe di Pandeglang.

“Ini merupakan proses pembelajaran bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produk,” tutupnya. (Red/Difeni)

Berita Terkait

Indagkop UKM Kota Tangerang Buka Pelatihan Digitalisasi UMKM 2026
Hadiri BCF, Wali Kota Serang Dorong Brand Lokal Jadi Motor Ekonomi
Jelang Lebaran, Warga Serbu Pertokoan Royal Baroe Kota Serang pada Malam Hari
Sidak Pasar Modern BSD, Pemkot Tangsel Temukan Kandungan Bahan Berbahaya pada Makanan
Perpres Alih Fungsi Sawah Dinilai Ancam Investasi Properti Hingga Triliunan Rupiah
Apem Putih Khas Cimanuk Jadi Primadona Takjil Ramadan di Pandeglang
Bazar Ramadan Tangsel Ramai Diserbu Warga, Harga Lebih Terjangkau
PT Niaga Citra Mandiri Ekspor Perdana 76 Ton Bumbu Masak ke Arab Saudi

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 17:09

Indagkop UKM Kota Tangerang Buka Pelatihan Digitalisasi UMKM 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:08

Hadiri BCF, Wali Kota Serang Dorong Brand Lokal Jadi Motor Ekonomi

Senin, 16 Maret 2026 - 04:27

Jelang Lebaran, Warga Serbu Pertokoan Royal Baroe Kota Serang pada Malam Hari

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:54

Sidak Pasar Modern BSD, Pemkot Tangsel Temukan Kandungan Bahan Berbahaya pada Makanan

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:39

Perpres Alih Fungsi Sawah Dinilai Ancam Investasi Properti Hingga Triliunan Rupiah

Berita Terbaru