Ratu Tatu Chasanah: Tak Lekang oleh Waktu

Rabu, 15 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan Majelis Dzikir Bumi Alit Padjajaran, Kabupaten Serang, Abah Elang Mangkubumi, saat berbincang dengan mantan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. | Dok. Istimewa

Pimpinan Majelis Dzikir Bumi Alit Padjajaran, Kabupaten Serang, Abah Elang Mangkubumi, saat berbincang dengan mantan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. | Dok. Istimewa

Oleh: Abah Elang Mangkubumi

Dalam setiap zaman, ada pemimpin yang meninggalkan warisan lebih dari sekadar pembangunan, mereka meninggalkan keteladanan.

Dan bagi Kabupaten Serang yang pada 2025 usianya telah mencapai 499 tahun, sosok yang meninggalkan keteladanan itu bernama Ratu Tatu Chasanah.

Saya, Abah Elang Mangkubumi, menyaksikan dengan mata hati bagaimana beliau menuntun Kabupaten Serang bukan dengan kekuasaan, melainkan dengan pengabdian dan kebijaksanaan.

Di tengah derasnya arus zaman dan kepentingan, beliau berdiri tegak; lembut dalam tutur, tegas dalam sikap, dan tulus dalam setiap langkah pengabdian.

Ratu Tatu bukan sekadar pemimpin perempuan; beliau adalah lambang martabat dan kekuatan hati.

Beliau bekerja bukan untuk dikenang, tetapi karena cinta yang dalam kepada tanah dan rakyatnya.

Di tangan beliau, Kabupaten Serang tidak hanya tumbuh dalam infrastruktur, tetapi juga dalam martabat dan kemandirian.

Legacy

Sebagai penghargaan atas karya dan dedikasinya, beliau menerima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia, tanda kehormatan yang hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar membawa perubahan bagi rakyat kecil.

Melalui kebijakan yang berpihak pada petani, beliau menegakkan kembali kemandirian pangan dan ekonomi desa.

Tidak berhenti di situ, kepemimpinannya dalam membina Badan Usaha Milik Daerah melahirkan prestasi beruntun — Top Pembina BUMD Nasional selama tujuh tahun berturut-turut.

Sebuah pencapaian yang menegaskan, bahwa kepemimpinan sejati bukan tentang banyaknya pidato, tetapi tentang panjangnya hasil kerja.

Dalam dirinya, kelembutan perempuan berpadu dengan keberanian seorang negarawan.

Beliau diakui sebagai Kepala Daerah Perempuan Inspiratif 2022, dan kembali menorehkan sejarah dengan Anugerah PWI 2024 Bidang Kebudayaan, atas perjuangannya melestarikan Jurus Silat Kaserangan, warisan luhur Banten yang menjadi simbol harga diri dan identitas kita.

Kini, ketika masa jabatannya usai, bayang kepemimpinan beliau justru terasa semakin hidup.

Karena dari setiap jalan yang diperbaiki, setiap sawah yang kembali hijau, setiap perempuan yang bangkit, dan setiap generasi muda yang berani bermimpi, disana ada jejak Ratu Tatu Chasanah.

Dan hari ini, saya berkata dengan penuh hormat:
Kepemimpinan beliau bukan sekadar masa lalu, melainkan cermin bagi masa depan.

Wibawa

Ketegasan Ratu Tatu menumbuhkan wibawa. Ketulusannya menumbuhkan kepercayaan. Dan dari tangannya lahir contoh bahwa kekuasaan dapat menjadi pengabdian yang suci.

Maka bagi kami, rakyat Kabupaten Serang, Ratu Tatu Chasanah tidak pernah benar-benar pergi.

Beliau hanya berpindah tempat, dari kursi pemerintahan, menuju ruang hati rakyat yang merindukan keteduhan kepemimpinannya.

Cikeusal, 15 Oktober 2025

*Penulis adalah Pimpinan Majelis Dzikir Bumi Alit Padjajaran, Kabupaten Serang

Berita Terkait

Memeluk Persatuan
Sarjana Pertanian di Persimpangan Digital
Kant, Algoritma, dan Polarisasi: Bagaimana Generasi Z Bisa Menjadi Pengguna Teknologi yang Bermoral?
7 Bulanan Andra-Dimyati dan 25 Tahun Banten
Nestapa Nelayan Labuan dan Misteri Kapal Tongkang
Numbu-numbu Umur
Daulat Rakyat
Pemekaran Daerah: Parsial vs Moratorium

Berita Terkait

Kamis, 25 Desember 2025 - 14:49

Memeluk Persatuan

Selasa, 25 November 2025 - 11:54

Sarjana Pertanian di Persimpangan Digital

Kamis, 20 November 2025 - 04:08

Kant, Algoritma, dan Polarisasi: Bagaimana Generasi Z Bisa Menjadi Pengguna Teknologi yang Bermoral?

Rabu, 15 Oktober 2025 - 15:22

Ratu Tatu Chasanah: Tak Lekang oleh Waktu

Kamis, 2 Oktober 2025 - 14:16

7 Bulanan Andra-Dimyati dan 25 Tahun Banten

Berita Terbaru