Suara Mahasiswa Banten, Tuntut Akses Pendidikan yang Lebih Baik

Kamis, 20 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan mahasiwa yang tirhimpun dalam Aksi BEM Nusantara Provinsi Banten menggelar aksi demonstrasi di depan KPPPB pada Kamis, 20 Februari 2025 | Dok. Guntur-BBC

Puluhan mahasiwa yang tirhimpun dalam Aksi BEM Nusantara Provinsi Banten menggelar aksi demonstrasi di depan KPPPB pada Kamis, 20 Februari 2025 | Dok. Guntur-BBC

BantenBlitz.Com – Puluhan mahasiswa yang tergabung  dalam BEM Nusantara Provinsi Banten menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Banten.

Aksi ini menjadi wadah bagi mereka untuk menyuarakan berbagai tuntutan terkait pendidikan yang saat ini terkomersialisasi, mulai dari tingkat SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi.

“Kita ingin menghentikan komersialisasi pendidikan di tingkat SMP, SMA, bahkan hingga Perguruan Tinggi,” ungkap Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Muhammad Obi Yusuf, Kamis, 20 Februari 2025.

Dalam pandangannya, komersialisasi pendidikan telah merugikan banyak siswa dan mahasiswa, yang seharusnya mendapatkan akses pendidikan berkualitas tanpa harus terbebani biaya yang tinggi.

Obi juga menyoroti masalah infrastruktur pendidikan di Provinsi Banten. Meskipun ada kemajuan, masih banyak yang perlu diperbaiki agar pendidikan di Banten dapat berjalan optimal.

“Kita ingin pemerintah provinsi Banten memaksimalkan akses terhadap pendidikan baik itu aspek infrastruktural maupun lainnya karena bagaimanapun fasilitas yang ada di provinsi Banten ini masih jauh dari kata baik,” ungkapnya.

Selain isu infrastruktur, perhatian utama dari para mahasiswa juga tertuju kepada nasib guru honorer. Obi menegaskan pentingnya peran guru dalam mencerdaskan generasi muda.

“Kita menuntut agar pemerintah menyejahterakan guru honorer baik dalam gaji maupun sebagainya,” imbuhnya.

Ia menyampaikan kekhawatiran terhadap kesejahteraan guru yang selama ini sering terabaikan, padahal mereka memiliki beban kerja yang cukup berat.

Mahasiswa juga mengingatkan pemerintah tentang janji kampanye gubernur terpilih mengenai sekolah gratis.

Namun, menurut Obi, realitas saat ini menunjukkan bahwa efisiensi anggaran pendidikan justru dipangkas hingga 50 persen dari APBN sebelumnya yang berdampak pada APBD Provinsi Banten.

“Kita lihat Banten ini banyaknya perguruan tinggi swasta ketika efisiensi diberlakukan maka akan ada beberapa dampak yang terjadi tentang jumlah beasiswa KIP atau jumlah UKT,” jelasnya.

Kekhawatiran Obi semakin mendalam ketika mempertimbangkan masa depan generasi muda. Dalam pandangan Obi, tindakan tegas dari pemerintah sangat diperlukan untuk memastikan bahwa setiap anak di Banten dapat mengakses pendidikan tanpa hambatan finansial.

“Ini menjadi dampak utama bagi generasi muda terutama bagi pelajar yang ingin meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi akan dipersulit dengan bayaran kuliahnya,” ungkapnya.

Dengan tuntutan yang jelas dan konkret, mahasiswa BEM Nusantara Provinsi Banten berharap agar suara mereka didengar oleh pemangku kebijakan. (Red/Guntur)

Berita Terkait

Siswa SD Tangerang Harumkan Indonesia, Sabet Medali Perak Science Olympiad di Singapura
Wisata Edukatif Jadi Penutup AMT, Anak Yatim Diajak Kenal Sejarah dan Lingkungan
Halal Bihalal di SMPN 6, Wali Kota Serang Evaluasi Program Serang Mengaji
Lindungi Pendidik, Dindikbud Serang Mulai Pemetaan Satgas Guru
Refleksi Setahun Dewi–Iing, Mahasiswa PMII Desak Penetapan Darurat Pendidikan
BLK Kota Tangerang Tuntaskan Pelatihan AI untuk Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja
Sisihkan 12.000 Pendaftar, Mahasiswi UIN Banten Jadi Google Student Ambassador 2025
Antusiasme Tinggi, Ratusan Anak Ikuti Sanlat Gratis di Labuan, Pandeglang

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 10:34

Siswa SD Tangerang Harumkan Indonesia, Sabet Medali Perak Science Olympiad di Singapura

Senin, 30 Maret 2026 - 17:10

Wisata Edukatif Jadi Penutup AMT, Anak Yatim Diajak Kenal Sejarah dan Lingkungan

Senin, 30 Maret 2026 - 16:39

Halal Bihalal di SMPN 6, Wali Kota Serang Evaluasi Program Serang Mengaji

Sabtu, 28 Februari 2026 - 14:49

Lindungi Pendidik, Dindikbud Serang Mulai Pemetaan Satgas Guru

Sabtu, 28 Februari 2026 - 09:44

Refleksi Setahun Dewi–Iing, Mahasiswa PMII Desak Penetapan Darurat Pendidikan

Berita Terbaru