Komisi X DPR RI Kritisi Program ‘Sekolah Gratis’ Milik Gubernur Banten

Jumat, 21 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi X DPR RI dari fraksi Nasdem Furtasan Alli Yusuf ketika memberikan keterangan kepada awak media beberapa waktu lalu. | Dok. Lathif

Anggota Komisi X DPR RI dari fraksi Nasdem Furtasan Alli Yusuf ketika memberikan keterangan kepada awak media beberapa waktu lalu. | Dok. Lathif

BantenBlitz.Com– Program ‘Sekolah Gratis’ yang merupakan janji politik Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Andra Soni dan Dimyati Natakusumah menuai kritik dari anggota komisi X DPR RI.

Pasalnya, ketika program sekolah gratis di jalankan, dikhawatirkan akan membuat sekolah-sekolah swasta tidak dapat bersaing dengan sekolah milik pemerintah.

Anggota Komisi X DPR RI dari fraksi Nasdem Furtasan Alli Yusuf menerangkan, jika dirinya sebenarnya tidak sependapat dengan istilah sekolah gratis.

“Sebetulnya terminologi gratis juga saya juga kurang sependapat sebetulnya,” ucap Furtasan pada awak media, ditulis Jum’at, 21 Maret 2025.

Ia juga mengatakan, jika program sekolah gratis tetap akan membutuhkan biaya yang akan dikeluarkan oleh orang tua siswa.

“Karena gratis itu di mana ini semuanya gratis, padahal kan ada juga biaya-biaya yang memang di cover oleh orang tua, seperti seragam” kata Furtasan.

Kendati demikian, Furtasan juga menerangkan jika memang itu janji politik yang dijanjikan pada masyarakat Banten tetap harus direalisasikan.

“Bahwa istilahnya sekolah gratis itu adalah akibat dari janji politik sebetulnya, ini karena sudah janji kan harus direalisasikan,” jelas Furtasan.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti persoalan membludaknya siswa sekolah negeri, pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Dari swasta itu berharap kebijakan pemerintah terkait masalah SPMBnya, sistem penerimaan murid barunya dan jangan terlalu over menerimanya serta harus sesuai dengan jumlah rombel yang tersedia, sehingga sisanya yang tidak tertampung akan masuk di swasta secara alami,” tegasnya.

Sehingga, dengan kebijakan yang seperti itu, sekolah swasta akan tetap bisa bersaing dengan sekolah negeri ditengah kebijakan sekolah gratis.

“Dengan sendirinya sekolah swasta menerima pendapatan dari murid, dengan sendirinya akan bisa hidup dengan kebijakan itu aja,” pungkasnya.

Terakhir, ia berharap pemerintah dapat memperhatikan keberlangsungan sekolah swasta dengan menggelontorkan anggarannya.

“Syukur-syukur kalau pemerintah menggelontorkan anggaran juga untuk swasta. Sebenarnya itu kebijakan yang ingin diharapkan,” tutup Furtasan. (Red/Lathif)

Berita Terkait

Cikande dan Kramatwatu Kembali Dominasi O2SN-FLS3N Kabupaten Serang 2026
Wujudkan Tri Dharma, Dosen FH Unpam Serang Gelar PKM di MA Darul Irfan
Warna-warni Budaya di Fashion Show Halal Bihalal KAHFI BBC Motivator School
Siswa SD Tangerang Harumkan Indonesia, Sabet Medali Perak Science Olympiad di Singapura
Wisata Edukatif Jadi Penutup AMT, Anak Yatim Diajak Kenal Sejarah dan Lingkungan
Halal Bihalal di SMPN 6, Wali Kota Serang Evaluasi Program Serang Mengaji
Lindungi Pendidik, Dindikbud Serang Mulai Pemetaan Satgas Guru
Refleksi Setahun Dewi–Iing, Mahasiswa PMII Desak Penetapan Darurat Pendidikan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:19

Cikande dan Kramatwatu Kembali Dominasi O2SN-FLS3N Kabupaten Serang 2026

Senin, 20 April 2026 - 17:28

Wujudkan Tri Dharma, Dosen FH Unpam Serang Gelar PKM di MA Darul Irfan

Senin, 20 April 2026 - 17:01

Warna-warni Budaya di Fashion Show Halal Bihalal KAHFI BBC Motivator School

Selasa, 7 April 2026 - 10:34

Siswa SD Tangerang Harumkan Indonesia, Sabet Medali Perak Science Olympiad di Singapura

Senin, 30 Maret 2026 - 17:10

Wisata Edukatif Jadi Penutup AMT, Anak Yatim Diajak Kenal Sejarah dan Lingkungan

Berita Terbaru