Memilukan, Akibat Terkendala Ekonomi Anak Harus Berhenti Sekolah 

Selasa, 15 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rusmini saat di wawancarai wartawan pada Selasa, 15 Juli 2025 pagi | doc.difeni - BBC

Rusmini saat di wawancarai wartawan pada Selasa, 15 Juli 2025 pagi | doc.difeni - BBC

BantenBlitz.com – Kisah pilu mewrnai Kampung Cicadas, Kecamatan Pandeglang, Banten,  Dua orang anak di wilayah tersebut terpaksa menghentikan pendidikan lantaran keterbatasan ekonomi, sehingga menimbulkan keprihatinan di kalangan warga setempat.

Anak-anak yang seharusnya menimba ilmu di sekolah, kini hanya bisa membantu sang ibu menjalani aktivitas sehari-hari di rumah.

Salah satu anak, Eni Angraeni, nyaris tak bisa menyembunyikan kesedihannya setiap kali menyaksikan teman-temannya berangkat ke sekolah.

“Setiap lihat teman sekolah, sedih. Saya juga ingin sekolah,” ujar Eni pada wartawan pada Selasa, 15 Juli 2025 pagi.

Ibunda Eni, Rusmini merupakan orangtua tunggal dengan empat anak menuturkan betapa beratnya perjuangan memenuhi kebutuhan keluarga di tengah himpitan ekonomi yang semakin sulit.

“Anak saya sangat ingin sekolah, tapi bagaimana lagi, Keuangan saya tidak cukup. Sudah berhemat sekuat tenaga, tetap saja masih kurang,” ucap Rusmini dengan mata yang berkaca-kaca.

Rusmini pun menaruh harapan besar kepada pemerintah, agar impian anak-anaknya untuk kembali mengenyam pendidikan dapat terwujud.

“Harapan saya, semoga pemerintah bisa membantu anak saya agar melanjutkan pendidikannya, karena suami saya juga sudah lepas tangan tidak menafkahi lagi,” ungkapnya dengan suara penuh harap.

Kisah haru di Kampung Cicadas ini mencerminkan realitas banyak keluarga yang masih bergulat dengan keterbatasan ekonomi untuk meraih pendidikan yang selayaknya menjadi hak setiap anak.

Sementara lurah Pandeglang yang datang langsung ke lokasi mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui ada nya anak yang putus sekolah dan akan segera melakukan tindakan agar anak tersebut bisa langsung sekolah. (Red/Difeni)

Berita Terkait

Cikande dan Kramatwatu Kembali Dominasi O2SN-FLS3N Kabupaten Serang 2026
Wujudkan Tri Dharma, Dosen FH Unpam Serang Gelar PKM di MA Darul Irfan
Warna-warni Budaya di Fashion Show Halal Bihalal KAHFI BBC Motivator School
Siswa SD Tangerang Harumkan Indonesia, Sabet Medali Perak Science Olympiad di Singapura
Wisata Edukatif Jadi Penutup AMT, Anak Yatim Diajak Kenal Sejarah dan Lingkungan
Halal Bihalal di SMPN 6, Wali Kota Serang Evaluasi Program Serang Mengaji
Lindungi Pendidik, Dindikbud Serang Mulai Pemetaan Satgas Guru
Refleksi Setahun Dewi–Iing, Mahasiswa PMII Desak Penetapan Darurat Pendidikan

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:19

Cikande dan Kramatwatu Kembali Dominasi O2SN-FLS3N Kabupaten Serang 2026

Senin, 20 April 2026 - 17:28

Wujudkan Tri Dharma, Dosen FH Unpam Serang Gelar PKM di MA Darul Irfan

Senin, 20 April 2026 - 17:01

Warna-warni Budaya di Fashion Show Halal Bihalal KAHFI BBC Motivator School

Selasa, 7 April 2026 - 10:34

Siswa SD Tangerang Harumkan Indonesia, Sabet Medali Perak Science Olympiad di Singapura

Senin, 30 Maret 2026 - 17:10

Wisata Edukatif Jadi Penutup AMT, Anak Yatim Diajak Kenal Sejarah dan Lingkungan

Berita Terbaru